Pemerintah Buka 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, Ayo Buruan Daftar!

KENDARINEWS. COM— Pemerintah secara resmi membuka seleksi penerimaan peserta didik sekolah kedinasan tahun 2026 dengan total 4.770 formasi, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 3.257 formasi.

Jumlah formasi tersebut tersebar di sembilan instansi pemerintah, yaitu Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Rincian formasi per sekolah kedinasan adalah sebagai berikut: Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) 1.410 formasi, 22 sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan 891 formasi, Politeknik Keuangan Negara STAN 1.000 formasi, Politeknik Siber dan Sandi Negara 50 formasi, Politeknik Statistika STIS 564 formasi, Politeknik Pengayoman Indonesia 250 formasi, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan 375 formasi, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika 130 formasi, serta Sekolah Tinggi Intelijen Negara 100 formasi.

Dasar hukum pelaksanaan seleksi tertuang dalam PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan. Pengumuman pembukaan seleksi dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, sedangkan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ditargetkan pada September 2026.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini menyatakan bahwa seleksi sekolah kedinasan tidak semata-mata menjadi jalur penerimaan Aparatur Sipil Negara, melainkan upaya penyiapan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan disiplin.

“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” ujar Rini dalam keterangan resminya, Senin (17/8/2026).

Sementara itu, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengingatkan calon peserta untuk memperhatikan enam hal sebelum mendaftar, yaitu memahami ketentuan yang berlaku, menyiapkan dokumen sejak awal, hanya memilih satu sekolah kedinasan, menggunakan informasi dari sumber resmi, mewaspadai penipuan, serta mendaftar melalui portal resmi SSCASN BKN.

Tinggalkan Balasan