UHO dan Masa Depan Sulawesi Tenggara : Harapan pada Sosok Rektor Pemersatu dan Visioner

kendarinews.com

Oleh : Andi Bahrun (Dosen Fakultas Pertanina UHO/Ketua APTISI Sultra)

Hari Selasa, 12 Mei 2026, jamaah haji asal Kota Kendari berangkat menuju Embarkasi Makassar dan pendaftaran calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) juga dimulai. Segala sesuatu tidak ada yang kebetulan. Alhamdulillah, Rektor UHO menjadi salah satu peserta yang akan menunaikan ibadah haji. Kita berharap semoga jamaah haji  asal Kota Kendari dan Sultra dapat mendoakan proses demokrasi di kampus UHO lancar, sukses dan terpilih Rektor yang amanah dan penuh dedikasi untuk daerah dan untuk merah putih. Dimulainya pendaftaran calon Rektor UHO periode 2026–2030 menjadi momentum penting bagi seluruh civitas akademika untuk meneguhkan arah masa depan kampus terbesar di Sulawesi Tenggara. Pemilihan rektor bukan sekadar agenda rutin pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan titik strategis dalam memperkokoh perjuangan dalam menentukan arah transformasi universitas di tengah dinamika nasional dan tantangan global yang semakin kompleks.

UHO membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik dan manajerial yang kuat, tetapi juga mampu membaca dan memprediksi perubahan zaman, membangun jejaring strategis, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Rektor mendatang harus mampu menjadikan UHO sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah, nasional, maupun global.

Dalam konteks nasional, kepemimpinan UHO ke depan diharapkan mampu mengimplementasikan visi besar pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul, hilirisasi riset dan inovasi, kemandirian pangan dan energi, transformasi digital, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi menara gading akademik, tetapi harus tampil sebagai pusat solusi dan motor penggerak pembangunan bangsa.

Melalui kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja maupun tantangan masa depan. Karena itu, calon rektor UHO harus memiliki keberanian melakukan transformasi tata kelola universitas yang lebih modern, adaptif, kolaboratif, dan berbasis kinerja.

Selain itu, UHO juga harus semakin responsif terhadap kebutuhan pembangunan daerah Sulawesi Tenggara. Potensi daerah yang besar pada sektor pertanian, perikanan, kelautan, pertambangan, lingkungan, energi terbarukan, serta ekonomi kreatif harus menjadi basis pengembangan riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan riil pembangunan.

Di sisi lain, tantangan global seperti perubahan iklim, krisis pangan, disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, transformasi industri, hingga persaingan sumber daya manusia dunia, menuntut UHO untuk bergerak lebih progresif. Internasionalisasi kampus harus diperkuat melalui kolaborasi global, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi, mobilitas akademik internasional, serta penguatan reputasi institusi di tingkat nasional dan dunia.

Disamping itu, UHO diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga tampil sebagai pusat pengembangan budaya yang mampu menjaga, mengembangkan, dan memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi. UHO memiliki posisi strategis dalam merawat kekayaan budaya daerah, nilai-nilai kearifan lokal, bahasa, seni, tradisi, serta karakter masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan peradaban.  Dengan demikian, UHO perlu mendorong integrasi budaya dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Budaya tidak boleh hanya dipahami sebagai warisan masa lalu, tetapi harus menjadi sumber inspirasi inovasi, penguatan karakter, serta pembangunan sosial yang berkelanjutan. Kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi intelektual yang modern, tetapi tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya bangsa. Kita berharap UHO dapat menjadi rumah besar kebudayaan yang tidak hanya dikenal di tingkat regional dan nasional, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara ke panggung global. Oleh karena ituu, kepemimpinan UHO ke depan juga diharapkan mampu menghadirkan kampus yang unggul dalam sains dan teknologi, sekaligus kokoh dalam nilai budaya, kemanusiaan, dan kebangsaan.Bagian Atas Formulir

Namun, di atas semua itu, proses pemilihan Rektor UHO 2026–2030 harus menjadi teladan demokrasi akademik yang sehat dan bermartabat. Seluruh tahapan harus berjalan secara transparan, objektif, jujur, dan penuh integritas. Kompetisi gagasan dan kapasitas harus lebih dikedepankan dibandingkan kepentingan kelompok ataupun manuver yang berpotensi memecah harmoni internal kampus.

Pemilihan rektor hendaknya menjadi ruang adu visi, adu program, dan adu komitmen untuk kemajuan universitas, bukan arena yang melahirkan friksi, pengkotak-kotakan, ataupun polarisasi di tengah keluarga besar UHO. Semangat kekeluargaan, persatuan, dan harmonisasi harus tetap terjaga karena siapa pun yang nantinya terpilih adalah pemimpin seluruh civitas akademika UHO.

UHO sesungguhnya memiliki modal besar untuk menjadi perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global. Sumber daya manusia yang kuat, jumlah mahasiswa yang besar, potensi riset yang luas, serta posisi strategis Sulawesi Tenggara sebagai kawasan pertumbuhan baru Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dikelola dengan kepemimpinan yang visioner dan inklusif.

Masyarakat tentu berharap lahir pemimpin UHO yang mampu merangkul semua pihak, membangun budaya akademik yang sehat, memperkuat integritas institusi, dan membawa universitas ini melompat lebih maju menuju kampus modern, inovatif, dan mendunia.

Karena pada akhirnya, kemajuan sebuah universitas tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi juga yang terpenting adalah bagaimana seluruh elemen kampus bersatu menjaga marwah institusi dan bekerja bersama untuk masa depan yang lebih baik.

(*)

Tinggalkan Balasan