Kasus Dugaan Penganiayaan di Sergai, Kodam I/BB Janji Tindak Tegas

KendariNews.com – Seorang tukang ojek bernama Edi Saputra (51) mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara. Dalam pengakuannya, salah satu pelaku diduga merupakan oknum TNI berinisial Koptu B.

Atas kejadian tersebut, Edi telah melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) I/1-1 Tebing Tinggi untuk diproses lebih lanjut.

Kuasa hukum korban, Alamsyah, menyebut peristiwa itu terjadi pada 27 Januari 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Edi diminta oleh tetangganya untuk mengantarkan getah karet ke suatu lokasi. Namun di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan sejumlah orang termasuk oknum TNI yang disebut terlibat.

“Kalau pengakuan klien kita, pas dia masih sadar, dia melihat sekitar tiga atau empat orang yang menganiaya. Satu oknum TNI yang BKO inisialnya B, selebihnya diduga centeng kebun,” ujar Alamsyah, Rabu (11/2/2026).

Diduga, korban dituding terlibat pencurian getah karet dari perkebunan setempat. Dugaan itu muncul karena orang yang dibonceng korban disebut pernah tertangkap mencuri getah beberapa tahun lalu. Namun, pihak kuasa hukum menegaskan Edi tidak mengetahui asal-usul getah yang diantarnya.

“Klien kami hanya diminta mengantar karena dia tukang ojek dan dibayar. Tidak pernah diberi tahu apakah getah itu milik siapa atau dari mana asalnya. Kalau korban kami pastikan tidak mencuri,” tegas Alamsyah. dilansir dari detik.com

Menanggapi laporan tersebut, Wakapendam I/Bukit Barisan Letkol Inf Parada Napitupulu menyatakan pihaknya masih menunggu proses penyelidikan oleh Subdenpom I/1-1 Tebing Tinggi.

“Masih menunggu proses penyelidikan dari Denpom sesuai pengaduan. Itu pengaduan dari pihak korban, perlu proses penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oknum prajurit, maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kalau memang betul akan ditindak,” tegasnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik setempat, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat militer. (Ris)

Tinggalkan Balasan