KENDARINEWS.COM- – Kolaborasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Bank Indonesia (BI) menjadi langkah strategis yang menggeser paradigma pelayanan transportasi di provinsi ini ke arah digitalisasi. Dengan penyerahan bantuan peralatan digital dari BI yang ditujukan untuk mendukung sistem e-tiket, kedua lembaga berkomitmen untuk memaksimalkan efisiensi layanan dan mengurangi praktik calo yang telah lama meresahkan penumpang, terutama menjelang puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Kepala Dinas Perhubungan Sultra Dr. Muhammad Rajulan menyampaikan apresiasi mendalam terhadap bantuan yang diberikan BI, menyatakan bahwa peralatan digital ini akan menjadi tulang punggung sistem digital Dishub yang sedang dikembangkan, termasuk penerapan e-tiket yang sudah direncanakan sejak awal tahun ini.
“Kita sangat menghargai dukungan dari Bank Indonesia yang mau membantu memberikan peralatan yang dapat menopang sistem digital dinas perhubungan. Dengan peralatan ini, kita akan mampu menjalankan sistem e-tiket dengan lebih lancar, sehingga calo yang selalu merugikan penumpang bisa semakin terkurangi, bahkan hilang sepenuhnya,” ungkap Rajulan kemarin.
Peralatan Digital BI: Pendorong Penerapan E-Tiket yang Lebih Kuat
Bantuan peralatan digital yang diberikan BI mencakup perangkat seperti starlink peralatan jaringan yang diperlukan untuk mengoperasikan sistem e-tiket secara terintegrasi. Selain itu, BI juga memberikan dukungan teknis dalam bentuk pelatihan bagi petugas Dishub untuk mengoperasikan peralatan dan sistem tersebut dengan benar.
Menurut perwakilan BI Cabang Kendari yang hadir dalam acara penyerahan, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya BI untuk mendukung transformasi digital di sektor publik, terutama yang terkait dengan pelayanan masyarakat. “Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital di daerah, termasuk di sektor transportasi. Dengan sistem e-tiket yang terintegrasi, pelayanan akan menjadi lebih cepat, transparan, dan bebas dari praktik ilegal seperti calo,” ujar perwakilan BI.
Rajulan menjelaskan bahwa sistem e-tiket yang akan didukung oleh peralatan BI akan memungkinkan penumpang untuk memesan dan membeli tiket transportasi (darat, laut, dan udara) secara online melalui aplikasi atau situs resmi Dishub. Selain itu, penumpang juga dapat mengambil tiket secara mandiri melalui mesin self-service yang akan dipasang di terminal dan pelabuhan.
“Dengan e-tiket, penumpang tidak perlu lagi antri lama atau bergantung pada calo. Mereka bisa memesan tiket kapan saja dan di mana saja, serta mengambilnya dengan mudah. Ini tidak hanya menghemat waktu tapi juga mencegah mereka dibajak harga,” jelas Rajulan.
Penerapan sistem e-tiket yang didukung oleh peralatan BI datang pada waktu yang sangat tepat, mengingat puncak arus mudik Nataru 2025 diprediksi terjadi pada 24 Desember 2025. Selama periode libur ini, praktik calo seringkali meningkat karena tingginya permintaan tiket, membuat penumpang terpaksa membayar harga yang jauh di atas standar.
“Kita akan memprioritaskan penerapan e-tiket di pelabuhan dan terminal yang sering menjadi tempat kerja calo, seperti pelabuhan Baubau-Wanci dan terminal darat Kendari. Kita ingin memastikan bahwa selama mudik Nataru, setiap penumpang bisa mendapatkan tiket dengan harga layak dan tanpa hambatan,” tegasnya.
Selain menekan calo, sistem e-tiket juga akan membantu Dishub dalam memantau arus penumpang secara real-time, sehingga pihaknya dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk menghindari kemacetan atau kelebihan penumpang di terminal dan pelabuhan. Data yang dikumpulkan melalui sistem e-tiket juga akan menjadi dasar untuk merencanakan perbaikan layanan transportasi di masa depan.
Sinergi Dishub & BI: Langkah Awal Transformasi Digital Transportasi Sultra
Kolaborasi antara Dishub Sultra dan BI ini bukan hanya tentang penyerahan peralatan, melainkan juga tentang membangun sinergi untuk mendorong transformasi digital di sektor transportasi provinsi. Rajulan menjelaskan bahwa peralatan yang diberikan BI akan juga digunakan untuk mendukung sistem digital lain yang telah diluncurkan Dishub, seperti Sistem Informasi Rekanan (SIRAL) dan Digitalisasi Rambu Lalu Lintas (Digilantas).
“Kita melihat ini sebagai langkah awal dari transformasi digital yang lebih luas. Dengan peralatan yang baik dan dukungan dari BI, kita akan mampu mengembangkan lebih banyak sistem digital yang dapat meningkatkan efisiensi pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan kita adalah menjadikan transportasi di Sultra lebih modern, aman, dan terjangkau,” ujar Rajulan.
Perwakilan BI menambahkan bahwa kolaborasi ini dapat dijadikan contoh bagi OPD lain di provinsi Sultra untuk bekerja sama dengan lembaga keuangan dalam mendukung pembangunan infrastruktur digital. “Kita siap terus bekerja sama dengan Dishub dan OPD lain untuk mendukung tujuan pembangunan daerah yang lebih maju dan inklusif melalui teknologi digital,” jelasnya.
Meskipun kolaborasi ini memberikan harapan besar, Rajulan mengakui bahwa masih ada tantangan yang perlu dihadapi dalam penerapan sistem e-tiket dan transformasi digital secara keseluruhan. Salah satu tantangan utama adalah tingkat keterampilan digital masyarakat Sultra yang masih bervariasi, terutama di daerah pedesaan.
“Kita menyadari bahwa tidak semua masyarakat terbiasa dengan teknologi digital. Oleh karena itu, kita akan melakukan kampanye edukasi dan pelatihan untuk membantu mereka memahami dan menggunakan sistem e-tiket. Kita juga akan menyediakan layanan bantuan di lokasi untuk memastikan bahwa sistem ini menjadi inklusif dan dapat dinikmati oleh semua orang,” jelas Rajulan.
Dengan dukungan dari BI dan komitmen Dishub untuk mengatasi tantangan tersebut, harapannya sistem e-tiket akan menjadi bagian tak terpisah dari pelayanan transportasi di Sultra dalam waktu singkat. Selain menekan calo, sistem ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Dishub melalui pengoptimalisasi retribusi dan pengurangan kerugian akibat praktik ilegal.
“Kita berharap bahwa dengan transformasi digital ini, Dishub Sultra dapat mencapai target PAD Rp30,8 miliar di tahun 2026 dan memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Ini adalah investasi untuk masa depan transportasi Sultra yang lebih baik,” tutup Rajulan.
Ulasan ini ditulis berdasarkan data dan keterangan dari pihak terkait, dengan fokus pada dampak kolaborasi Dishub Sultra dan BI terhadap peningkatan pelayanan transportasi dan penekanan calo. Sinergi kedua lembaga diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi digital sektor publik di provinsi Sulawesi Tenggara.










































