KENDARINEWS.COM — Kabupaten Bombana akhirnya menunjukkan kelasnya di panggung otomotif nasional. Setelah 22 tahun berdiri, daerah ini sukses menggelar Road Race Bupati Cup Championship 2025 di jalan poros Lauru pada 29–30 November 2025. Ribuan penonton memadati lintasan sepanjang lima kilometer, menyaksikan ketatnya persaingan puluhan rider dari berbagai daerah di Indonesia. Event ini bukan hanya memantik euforia, tetapi juga membuktikan kesiapan Bombana menyongsong status sebagai tuan rumah Porprov Sulawesi Tenggara 2026 sekaligus mendorong perekonomian daerah secara signifikan.
Dalam dua hari gelaran, masyarakat tumpah ruah di sepanjang trek. Para pembalap nasional dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banjarmasin, hingga jagoan-jagoan Sulawesi memacu motor mereka dalam persaingan ketat.
Nama-nama beken seperti Wahyu, Rizki Abdi Nugroho, Luthfi Bocil, serta rider Sultra Yudi Prayogo dan Fadil Audat, menampilkan performa agresif dalam menaklukkan tikungan-tikungan teknis dan trek lurus yang menantang.
Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menegaskan bahwa gelaran perdana Road Race Bupati Cup ini menjadi momen penting bagi sejarah Bombana. Event tersebut lahir dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan hiburan positif sekaligus ruang kompetisi yang sehat bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar lomba balap. Ini momentum kebangkitan Bombana. Setelah 22 tahun berdiri, akhirnya kita menunjukkan bahwa daerah ini mampu menggelar event besar dan menarik ribuan orang datang,” ujarnya.
Burhanuddin memastikan bahwa Road Race Bupati Cup tidak akan berhenti sebagai event perdana. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikannya agenda tahunan dengan skala lebih besar.
“Melihat antusiasme masyarakat, kami pastikan event ini tidak berhenti di sini. Tahun depan skalanya akan lebih besar, lebih matang, dan menjadi agenda resmi daerah,” tegasnya.
Gelaran akbar ini tidak hanya menghadirkan aksi para rider, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal. Selama dua hari event berlangsung, Kota Rumbia dipenuhi pendatang. Hotel dan penginapan penuh, rumah makan ramai oleh pengunjung, sementara pelaku UMKM mencatat peningkatan omzet signifikan.
Burhanuddin menaksir, perputaran uang selama event menembus angka miliaran rupiah.
“Tujuannya jelas, menjadikan olahraga sebagai medium kebangkitan ekonomi daerah. Semua merasakan manfaatnya, dari hotel sampai pedagang kecil,” katanya.
Kesuksesan Road Race Bupati Cup 2025 menjadi bukti nyata kesiapan Bombana menyambut Porprov Sultra 2026. Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pembangunan venue olahraga, pembenahan akses jalan, hingga penataan kota untuk menyambut ribuan atlet dari seluruh daerah.
“Road race ini menjadi pemanasan yang sempurna sebelum Bombana menjadi tuan rumah Porprov. Kami semakin yakin bahwa daerah ini sangat siap,” ujar Burhanuddin.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat Bombana yang memadati setiap event menjadi modal besar dalam menyukseskan gelaran olahraga skala provinsi tersebut.
“Setiap event membuktikan satu hal: masyarakat Bombana menyambut dengan antusias. Ini yang membuat kami semakin yakin,” tambahnya.
Salah satu pembalap, Luthfi Bocil dari Kota Bandung, mengaku takjub dengan sambutan masyarakat Bombana.
“Event-nya sangat ramai, masyarakatnya ramah dan sangat antusias. Itu membuat adrenalin semakin meningkat,” tuturnya.
Pada kategori Pemula, Luthfi Bocil keluar sebagai juara umum dan berhak membawa pulang satu unit motor. Sementara pada kategori Open, gelar juara umum diraih pembalap asal Baubau, Yudi Prayogo, yang juga mendapatkan satu unit motor sebagai hadiah utama.
Road Race Bupati Cup Championship 2025 menyediakan total hadiah Rp100 juta serta dua unit motor untuk juara umum di kelas utama, meliputi kategori expert, novice, dan rookie. Selain itu, panitia juga membuka 17 kelas tambahan yang diikuti sejumlah rider dari berbagai daerah.
Dengan suksesnya penyelenggaraan event otomotif terbesar sepanjang sejarah Bombana ini, pemerintah daerah optimistis akan semakin banyak agenda olahraga berskala besar hadir di Bombana, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai pusat kegiatan olahraga dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara.








































