ASR-Hugua Realisasikan Program Prioritas di Sektor Pendidikan Sultra

KENDARINEWS.COM — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bersama Wakil Gubernur Ir. Hugua, bergerak cepat merealisasikan janji politik mereka, salah satunya di sektor pendidikan.

Belum genap sembilan bulan efektif menjabat sejak Maret 2025, sejumlah program prioritas di sektor pendidikan telah berhasil diwujudkan. Tercatat, ada empat program utama, yakni bantuan Perlengkapan dan Seragam Sekolah Gratis (Penggaris), peningkatan sarana prasarana, peningkatan kompetensi guru, serta pembinaan minat dan bakat siswa.

Pada program Penggaris, ASR-Hugua merealisasikannya melalui Bantuan Pendidikan Tahap I tahun 2025, yang penyerahannya dipusatkan di SMAN 2 Kendari. Bantuan ini diberikan kepada ribuan siswa di puluhan sekolah di berbagai kabupaten/kota di Sultra, sebagai bentuk nyata komitmen gubernur dalam meningkatkan akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan di provinsi.

“Bantuan ini merupakan bagian dari empat program prioritas pemerintahan ASR-Hugua, yakni sektor pendidikan,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka. Mantan Pangdam Hasanuddin ini menekankan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan bermutu dan merata menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Sultra.

“Pendidikan adalah pondasi utama untuk meningkatkan kesejahteraan. Untuk itu, bantuan pendidikan pada keluarga kurang mampu merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia,” terangnya.

Pada tahap pertama program bantuan pendidikan Penggaris, Pemprov Sultra melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menyalurkan 12.750 pasang seragam sekolah putih abu-abu dan 12.750 pasang seragam olahraga. Plt Kepala Dikbud Sultra, Prof. Aris Badara, memastikan bantuan ini telah tuntas disalurkan ke seluruh siswa dan sekolah penerima.

Sementara itu, untuk bantuan peningkatan sarana prasarana, realisasinya berupa 30 unit smartboard interaktif untuk 3 sekolah dan 285 unit komputer untuk 18 sekolah. Selain itu, disalurkan 27 set alat laboratorium IPA untuk 27 sekolah, 25 set peralatan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk 25 sekolah, serta pengadaan mebel sekolah sebanyak 66 ruang untuk 17 sekolah dan 14 ruang untuk 14 sekolah.

Program lainnya mencakup peningkatan kompetensi dan kapasitas guru serta tenaga kependidikan, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN. Pemprov juga memprioritaskan pembinaan minat dan bakat siswa SMA, SMK, dan SLB, yang dilaksanakan melalui koordinasi dengan cabang Dikbud, kepala sekolah, dan satuan pendidikan sebagai pelaksana di lapangan se-Sultra.

Secara pribadi, Gubernur Andi Sumangerukka juga memberikan bantuan 5.000 pasang seragam sekolah putih abu-abu. Selain itu, 37 sekolah menerima bantuan rehabilitasi bangunan, termasuk tiga sekolah yang akan direhabilitasi menjadi sekolah unggul transformasi atas inisiatif gubernur.

Mantan Kepala BIN Daerah Sultra berharap, melalui bantuan ini, kualitas layanan pendidikan dapat meningkat, sekaligus memastikan pelajar Sultra mengakses pendidikan yang adil dan merata.

“Saya berpesan kepada pihak sekolah dan anak-anakku sekalian, untuk menggunakan, menjaga, dan merawat bantuan perlengkapan tersebut dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Tahap kedua bantuan pendidikan akan difokuskan pada Sekolah Luar Biasa (SLB) serta penguatan pendidikan vokasi di SMK, sejalan dengan visi misi pasangan ASR–Hugua yang menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan berbasis keterampilan.

Tinggalkan Balasan