-Kolaborasi untuk Kemajuan Teknologi Kelautan
KENDARINEWS.COM–Dosen Program Studi D3 Teknologi Elektro Medis (TEM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandalawaluya (UMW) Kendari, Muhammad Sainal Abidin, S.Si., M.Si., dipercaya menjadi salah satu tim pakar di Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk melakukan penilaian terhadap performa dan kesiapan alat inovatif bernama “Oclime Box”. Alat ini dirancang untuk mengukur berbagai parameter fisik kondisi perairan laut.

Muhammad Sainal Abidin, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi D3 Teknologi Elektromedis UMW Kendari, bertugas sebagai penilai teknis dalam Kaji Kelayakan Produk Inovasi “Oclime Box” di Unpad. Keikutsertaan nya merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi dan keahlian yang dimiliki dalam bidang teknologi elektromedis dan aplikasinya.
“Oclime Box” sendiri merupakan implementasi dari alat yang sebelumnya telah dikembangkan oleh tim penilai dan telah mendapatkan hak paten sederhana. Alat ini memiliki fungsi vital dalam melakukan pengukuran besaran fisik kondisi perairan laut, yang sangat penting untuk berbagai penelitian dan aplikasi di bidang kelautan.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UMW Kendari, Titi Purnama, S.Si., M.Kes., menyambut baik keterlibatan dosennya dalam kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa Prodi D3 Elektromedis UMW Kendari telah menghasilkan banyak produk inovatif yang bermanfaat dan dapat diaplikasikan oleh masyarakat.
“Kolaborasi antar perguruan tinggi menjadi strategi utama dalam meningkatkan kapasitas inovasi dan menghasilkan produk yang berdampak nyata bagi masyarakat. Peran perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat semakin menuntut adanya sinergi antar institusi,” ujar Titi Purnama.
Dalam hal teknis, tim pakar yang beranggotakan Muhammad Sainal Abidin melakukan penilaian mendalam terhadap performa alat dan kesiapan alat untuk digunakan di lingkungan sebenarnya. Penilaian performa alat meliputi pemberian saran dan masukan terhadap komponen elektronika serta rangkaian yang digunakan.
“Misalnya, pada penggunaan pengaturan alat yang masih menggunakan pemrograman secara langsung, kami menyarankan agar dalam proses pengaturan alat menggunakan antarmuka seperti tombol-tombol, sehingga pengguna dapat langsung melakukan pengaturan tanpa harus melakukan pemrograman ulang,” jelas Muhammad Sainal Abidin.
Selain itu, tim juga memberikan masukan terkait kesiapan penggunaan alat di lapangan, seperti performa baterai yang digunakan agar memiliki daya yang cukup serta aman dalam penggunaan di lingkungan laut.
Keterlibatan dosen UMW Kendari dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan.(lis)










































