Hugua Tekankan Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan

KENDARINEWS.COM — Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Wagub Sultra), Ir Hugua, menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai transformasi ekonomi daerah harus mengutamakan sektor-sektor yang ramah lingkungan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi rakyat.

“Tambang hanya bisa bertahan sekitar 15 tahun. Setelah itu habis. Tapi sektor pertanian bisa bertahan selamanya, jika dikelola dengan bijak. Prinsip pembangunan berkelanjutan harus menempatkan masyarakat, budaya, dan lingkungan sebagai pilar utama,” ungkap Hugua dalam keterangan tertulis sebagaimana dikutip, Rabu (19/11/2025).

Hugua menambahkan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan yang arif dan berbasis kearifan lokal. “Kearifan lokal itu sederhana, tapi sangat canggih. Jika kita memberi kepada alam, alam akan memberi tanpa batas. Inilah inti pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan, Wagub Sultra menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber utama pada Seminar Nasional bertema “Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan, Air, dan Energi Berkelanjutan”, belum lama ini.

“Perguruan tinggi memproduksi manusia, sementara pemerintah adalah pengguna atau pengarahnya. Maka harus ada kesinambungan antara visi nasional, visi daerah, dan visi perguruan tinggi,” jelas mantan Bupati Wakatobi dua periode itu.

Hugua mengibaratkan perguruan tinggi sebagai pesawat yang dipiloti oleh rektor. “Jika tidak tahu arah dan tidak memahami kewenangan pemerintah daerah, pesawat itu tidak akan pernah mendarat di tanah otonomi seperti Konawe Selatan, Wakatobi, atau Kendari. Mereka harus memahami visi daerah,” katanya.

Lebih jauh, mantan anggota DPR RI itu juga menyoroti bahwa isu lingkungan bukan hanya persoalan ekologi, tetapi juga mencerminkan perilaku, peradaban, dan kepemimpinan manusia. “Environment is not ideology, it is a leadership. Kepemimpinan lingkungan itu sederhana: percaya kepada Tuhan, menghargai manusia, dan seluruh ciptaannya. Jika tidak, manusialah yang akan menjadi perusak bumi,” terangnya.

Menurutnya, pembangunan daerah harus selalu berjalan selaras dengan alam. “Jika kita memberi kepada alam, alam akan memberi kembali. Namun jika hanya mengambil, kehancuranlah yang menanti,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan