Tragedi Indramayu: Polisi Bekuk 2 Pelaku Pembunuhan 1 Keluarga, Motif Berawal dari Sewa Mobil

KENDARINEWS.COM –Polisi berhasil meringkus dua pelaku pembunuhan sadis terhadap satu keluarga beranggotakan lima orang di Indramayu, Jawa Barat. Kedua tersangka yakni R (35) sebagai otak utama dan P (29) yang turut membantu menjalankan aksi keji tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengungkapkan, aksi ini dipicu oleh sakit hati tersangka R terhadap korban Budi Awaludin (45) terkait sewa mobil Avanza yang bermasalah. Uang sewa Rp750 ribu yang diminta kembali ditolak korban, hingga menimbulkan dendam.

“Merasa kesal, R kemudian merencanakan pembunuhan dan melibatkan P dengan janji imbalan Rp100 juta,” ujar Hendra, Selasa (9/9) dikutip dari cnn indonesia.

Kedua tersangka melancarkan aksinya pada Jumat (29/8) dini hari. Korban Budi dipukul dengan pipa besi hingga tewas. Aksi berlanjut dengan pembunuhan terhadap anggota keluarga lainnya, termasuk bayi yang tragisnya ditenggelamkan ke dalam bak mandi.

Setelah menghabisi nyawa lima korban, para pelaku merampok harta benda berupa uang tunai Rp7 juta, ponsel, perhiasan, serta dua mobil milik keluarga korban. Jasad seluruh korban kemudian dikubur dalam satu liang di belakang rumah.

Usai beraksi, tersangka R dan P sempat melarikan diri ke sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Bogor, Semarang, hingga Surabaya. Namun, upaya pelarian berakhir setelah keduanya ditangkap pada Senin (8/9) di Kecamatan Kedokanbunder, Indramayu. Polisi menembak kaki keduanya karena melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

Barang bukti yang diamankan antara lain pacul, pipa besi, terpal, mobil pick-up, dan Toyota Corolla milik korban.

Kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Mereka juga dijerat Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak karena salah satu korban masih balita.

“Kami masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta motif tambahan dalam kasus ini,” tegas Hendra.(*)

Tinggalkan Balasan