UAS Bongkar Kenangan Almarhum Yahya Waloni: “Beliau Lihat Dunia Ini Seperti Sayap Nyamuk”

Tak hanya itu, UAS juga mengungkapkan keberanian dan loyalitas Yahya Waloni yang pernah membelanya ketika ia mengalami persekusi dan tekanan publik. “Saat saya dibully, dipersekusi, dilaporkan, dan sebagainya, beliau lantang membela saya. Beliau hanya takut pada Allah,” ujar UAS.

Bagi UAS, wafatnya Ustaz Yahya Waloni bukan sekadar kehilangan sahabat, tetapi juga menjadi bukti kemuliaan yang Allah anugerahkan pada sang dai. “Hari ini Allah buktikan batinnya. Beliau wafat hari Jumat. Khotib Jumat. Hari mulia, 10 Zulhijjah. Bulan mulia. Allah beri beliau kemuliaan,” ucapnya. “Selamat jalan Ustaz Yahya Waloni,” tutup UAS dalam unggahannya. (ryl)

Tinggalkan Balasan