KENDARINEWS.COM–Ada beberapa wilayah yang kasus kecelakaan selama libur hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah tinggi. Di Kabupaten Kolaka, tercatat ada 7 kasus dengan korban 13.
“Diantara para korban itu, 9 orang luka ringan sedangkan 4 orang lainnya meninggal dunia. Adapun wilayah yang rawan terjadi kecelakaan lalulintas di Kabupaten Kolaka yaitu Jalan Trans Sulawesi Samaturu Wolo dan Jalan Poros Watubangga – Bombana,” ungkap Kasi Humas Polres Kolaka Iptu Dwi Arif saat ditemui Senin (7/4).
Perwira dengan dua balok di pundak itu menambahkan, selain menelan korban jiwa, kecelakaan lalu tintas tahun ini juga menimbulkan kerugian materi senilai Rp 19 juta. Adapun jumlah kendaraan yang terlibat yaitu sebanyak 14 unit. “Rinciannya, sepeda motor 2 unit, mobil penumpang 1 unit, dan mobil barang 1 unit,” rincinya.
Iptu Dwi Arif mengatakan, meskipun masih terdapat korban jiwa dan menimbulkan kerugian materi, namun jumlah kecelakaan yang terjadi pada arus mudik lebaran tahun ini jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun 2024 lalu. “Jumlah kecelakaan turun 33 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya.
Menurut Dwi Arif, penurunan angka kecelakaan di musim mudik lebaran tahun ini disebabkan oleh inovasi yang dilakukan oleh Kapolres Kolaka AKBP Yudha Widyatama Nugraha.” Kapolres Kolaka membuat inovasi dengan mengoptimalkan Satgas Preventif dengan membentuk Tim Patroli Presisi daerah rawan kecelakaan dan rawan kemacetan. Selain itu, Satgas Kamseltibcar lantas melakukan Dikmas dan memasang rambu peringatan dan larangan,” bebernya. (fad)










































