11 Saksi Diperiksa dalam Sidang Korupsi Bandara Busel

Kendarinews.com-Sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan belanja jasa konsultasi penyusunan dokumen studi kelayakan bandar udara kargo dan pariwisata Kadatua Buton Selatan, pada Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan Tahun Anggaran 2020 (Korupsi Bandara Busel) masih terus bergulir. Jumat (1/2), Pengadilan Tipikor Kendari, 11 orang saksi dimintai keterangannya. Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Wahyu Bintoro S.H., Hakim Anggota Arya Putra Negara Kutawaringin, S.H., M.H. dan Muhammad Rutabuz Zaman, S.H., M.H.

Kepala Kejaksaan Negeri Buton, Ledrik Victor Mesak Takaendengan S.H., M.H. terlibat langsung dalam sidang perkara itu sebagai Jaksa Penuntut Umum, bersama Muhammad Anshar, S.H. dan Alfalah Tri Wahyudi, S.H. Mereka menghadapi terdakwa, yakni mantan Bupati Busel, LA, pelaksana proyek, CHESH, mantan Kepala Dinas Perhubungan Busel/selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), EOH, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), AR, dan seorang akademisi, AE.

“Dalam sidang, Terdakwa AE melalui Penasehat Hukum-nya, mengajukan eksepsi,” ungkap Ledrik kepada Kendari Pos. Untuk diketahui, sidang yang dimulai Pukul 14.00 Wita, istrahat, dan dilanjutkan kembali Pukul 19.30 Wita.

Alur kasus dugaan korupsi bandara Busel itu berawal dar kegiatan belanja jasa konsultasi penyusunan dokumen studi kelayakan sebesar Rp2 Miliar, dianggarkan tanpa melalui tahapan proses perencanaan Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Selatan. Pekerjaan tidak tuntas tetapi dana dicairkan 100 persen.

Berdasarkan laporan hasil audit perhitungan kerugian Negara atas Perkara ini, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara, adalah total Kerugian negara sebesar Rp 1.612.992.000.

Terdapat pengembalian kerugian keuangan negara oleh pihak-pihak yang menikmati hasil korupsi sebesar Rp 191.315.000 ke Penyidik Kejari Buton. (elyn)

Tinggalkan Balasan