Pj Gubernur Imbau Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Hari Pencoblosan

KENDARINEWS.COM–Dalam menghadapi pelaksanaan hari pencoblosan yang semakin dekat, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan imbauan kepada seluruh daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi diwilayah inj. Imbauan ini disampaikan mengingat potensi gangguan cuaca yang dapat mempengaruhi kelancaran proses pemilihan umum.

Andap mengatakan, sebelumnya dalam upaya memastikan kondisi cuaca diwilayah ini, ia telah melakukan kunjungan ke BMKG Kendari. Disini secara langsung Andap  mendapatkan info mengenai prakiraan cuaca hidrometeorologi dan kegempaan di Sultra sepanjang tahun 2024 sekaligus mengecek alat-alat di BMKG.

“Upaya ini kita lakukan untuk memastikan kondisi cuaca diwilayah Sultra tetap terpantau dengan baik, terlebih jelang hari pemungutan suara. Sehingga masyarakat dan seluruh petugas lapangan bisa secara sigap melakukan langkah antisipasi,”kata Andap.

Andap mengatakan  BMKG diharapkan untuk intens memberikan informasi aktual sehingga seluruh masyarakat  lebih siap untuk mengantisipasi dan menghadapi berbagai kemungkinannya.

” Belajar dari pengalaman bencana di tempat kita, Rekan-rekan diharapkan lebih meningkatkan quick respon time sehingga dapat menolong dengan cepat masyarakat apabila terjadi bencana,” kata Pj Gubernur.

Ia menambahkan, “kita tidak berharap adanya terjadi bencana, namun kita semua harus siap mengantisipasi berbagai kemungkinan, utamanya menyikapi curah hujan yang infonya relatif tinggi dan berpotensi terjadi bencana banjir. Ingatlah Salus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat merupakan hukum yang tertinggi,”terangnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Kendari, Sugeng Widarko mengatakan, saat ini untuk persiapan BMKG bagaimaan mendukung pemilu 2024.

“Untuk kesiapan peralatan kami sudah di cek oleh pak Pj Gubernur. Bahkan kami dari pimpinan pusat dituntut agar peralatan kami selalu on terus dan komunikasi datanya semua harus masuk,”kata Sugeng.

Dijelaskan, BMKG Sultra secara rutin mengidentifikasi potensi peningkatan curah hujan dalam seminggu ke depan di sebagian wilayah kota dan kabupaten di provinsi tersebut.

“Prediksi tujuh hari ke depan menunjukkan potensi curah hujan yang luas, terutama pada tanggal 11 sampau 17 Februari, dengan cakupan hampir seluruh Sultra. Curah hujan diperkirakan sedang hingga menengah, dan perlu diwaspadai karena potensinya merata,” ujar Sugeng.

Dikatakan, jika hujan turun terus menerus maka perlu diperhatikan daerah aliran sungai (DAS).  Kata dia, ketika hujan lebih dari satu jam perlu mewaspadai akan luapan air yang ada.

Adanya Suhu muka laut di Perairan sekitar wilayah Sultra cukup hangat yang dapat meningkatkan penguapan (penambahan massa uap air). Massa udara basah lapisan rendah dan indeks pembentukan awan-awan konvektif cukup tinggi terkonsentrasi di wilayah Sultra. Faktor-faktor tersebut yang dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan yang disertai guntur di wilayah ini.

“Untuk daerah dengan curah hujan tinggi selama sepekan yakni untuk hari ini (kemarin, red) Minggu 11 Februari yakni Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka Timur,Kolaka,Kolaka Utara, Bombana, Buton Utara, Muna,dan Muna Barat,”jelasnya.

Selanjutnya pada 12 Februari yakni Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Bombana, Kolaka, Buton Utara, Muna, Muna Barat, Buton, Buton Tengah, Baubau, dan Buton Selatan. Tanggal 13 Februari yakni Buton Selatan dan Wakatobi,” jelasnya.

“Curah hujan tanggal 14 Februari mencakup wilayah Kolaka, Buton Utara, Konawe Selatan, Buton, Kolaka Utara, Konawe Utara, dan Wakatobi. 15 Februari berpotensi terjadi di hampir sebagian besar wilayah Sultra mencakup Kota Kendari, Kabupaten Konawe Selatan, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Muna, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, Buton dan Baubau,”bebernya.

Kemudian pada 16 Februari curah hujam diprediksi di Kota Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Muna, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, Buton, Baubau dan Wakatobi,” ujarnya.

“Sementara tanggal 17  Februari yakni wilayah Kendari, Konawe Selatan, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara,  Bombana, Muna, Muna Barat,Buton, Buton Tengah, Buton Utara, Baubau dan Wakatobi,” ungkapnya.

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, guntur, pohon tumbang, dan jalan licin. “Bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai atau daerah ketinggian, sangat penting untuk memantau curah hujan dan lingkungan sekitar. Meskipun hujan tidak terlalu lebat, namun durasinya yang panjang dapat menyebabkan luapan air yang signifikan,”jelas Sugeng

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat Sultra dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan persiapan yang diperlukan guna mengurangi risiko dampak buruk dari cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda dalam beberapa hari ke depan. “Masyarakat juga diimbau secara aktif memantau kondisi cuaca di aplikasi BMKG,”pungkasnya. (rah/kn)

Tinggalkan Balasan