Melalui Program Pengabdian Masyarakat, Tingkatkan Literasi Bahasa Wolio

Kendarinews.com- Bahasa Wolio merupakan salah satu bahasa pemersatu bagi masyarakat suku Buton. Hanya saja, perkembangan zaman yang begitu kompleks telah menggerus jumlah penutur bahasa itu sehingga mulai mengalami gejala kepunahan. Olehnya itu, tim pelaksana Program Pengabdian Masyarakat yang diinisiasi oleh Universitas Muslim Buton pengambil peran dalam upaya mempertahankan eksistensi bahasa Wolio di Kota Baubau.

Sosialisasi peningkatan literasi si kelurahan Wangkanapi Kota Baubau

Tim pelaksana yakni Nurhayati, Hartinawanti, dan Haswan memilih Lingkungan RT.01/ RW.04 Kelurahan Wangkanapi sebagai Rintisan Wilayah Percontohan Pemertahanan Bahasa Wolio di Kota Baubau. Dari kegiatan itu, mereka menargetkan adanya peningkatan literasi Bahasa Wolio.

Nurhayati menerangkan, kegiatan itu dilakukan karena kepedulian mereka terhadap bahasa Wolio. Kata dia, berdasarkan hasil penelitian, penutur asli bahasa Wolio semakin berkurang seiiring pergantian waktu dan zaman. Sejak September lalu, giat itu sudah diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya mempertahankan bahasa daerah, dalam hal ini Bahasa Wolio.

“Saat kami melakukan sosialisasi, kami undang warga berusia diatas 30 tahun. Terungkap fakta bahwa, tidak hanya anak-anak, kecenderungan tidak menuturkan bahasa Wolio juga dilakukan oleh orang tua. Bahkan saat anak-anak dapat tugas dari sekolah, minta tolong ke tetangga untuk membantu,” ungkapnya.

Tidak hanya sosialisasi, program pengabdian yang melibatkan Ketua dan warga RT.01/ RW.04 sebagai mitra itu juga melaksanakan pengenalan dan upaya pembiasaan penggunaan bahasa Wolio bagi anak-anak di lingkungan rumah dan sekolah. Kemudian diikuti juga dengab, penyususnan kamus bergambar 3 bahasa, Bahasa Wolio – Inggris – Indonesia disusun oleh tim pengabdi.

“Penyusunan Kamus bergambar ini diharapkan dapat menjadi referensi bahan ajar anak-anak terhadap bahasa Wolio. Selain kamus kosakata bergambar, tim pelaksanana juga memberikan kartu permainan yang berisikan gambar dengan 4 bahasa (Wolio – Inggris – Indonesia – Latin) dilengkapi dengan deskripsi di setiap gambar,” rinci Nurhayati.

Sementara itu, Ketua RT, La Ode Abdul Salam mengapresiasi apa yang dilakukan tim pelaksana pengabdian pada masyarakat dari Universitas Muslim Buton itu. “Saya juga berharap kegiatan ini menjadi sebuah awal yang baik dalam upaya mempertahankan bahasa Wolio. Sehingga bahasa daerah kita ini tetap eksis dan jangan pernah punah,” harapnya. (elyn)

Tinggalkan Balasan