Malas Berkantor, 2 PNS di Kolaka Kena Sanksi

KENDARINEWS.COM–Dua PNS malas inisial J dan K bertugas di Pemkab Kolaka di jatuhi sanksi. Rekomendasi sanksi terhadap J dan K telah dikeluarkan oleh Dewan Majelis Kode Etik.

Dua PNS Pemkab Kolaka yang beberapa waktu lalu menjalani sidang kode etik karena malas berkantor itu masing-masing direkomendasikan sanksi yang berbeda.

“Untuk J direkomendasikan sanksi penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan dan itu masuk hukuman berat. Sedangkan K direkomendasikan sanksi penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun dan ini masuk kategori hukuman disiplin sedang,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi, Penilaian Kinerja dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Kolaka, Surahmad Suaib saat ditemui Senin (28/8).

Meskipun rekomendasi sanksi terhadap dua PNS malas tersebut telah dikeluarkan, namun kata Surahmad, sanksi tersebut belum final. Sebab, keputusan terkait sanksi yang diberikan kepada J dan K itu ditentukan oleh Bupati Kolaka selaku pembina kepegawaian.

“Jadi sanksi yang diberikan kepada J dan K itu masih bisa berubah. Tergantung pak bupati,” jelas Surahmad.

Untuk diketahui, sebelumnya diberitakan bahwa dua PNS Pemkab Kolaka yaitu J dan K yang bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran dilaporkan atasannya karena malas berkantor. K merupakan staf biasa, sedangkan J memiliki jabatan yaitu Kepala Seksi. Berdasarkan aturan PP 94 tahun 2021, PNS yang tidak berkantor selama 28 hari kerja dalam satu tahun kalender dapat dikenakan sanksi berat, yaitu pemecatan.

Saat di sidang kode etik terungkap alasan kedua PNS tersebut malas berkantor. J malas berkantor karena rumahnya jauh dari kantor dan gajinya sudah habis untuk membayar kredit. Sedangkan alasan K yaitu merasa tidak nyaman sehingga meminta kembali ditempatkan di tempat tugas sebelumnya, di Kantor Kelurahan Tahoa. (fad/kn)

Surahmad

Tinggalkan Balasan