Implementasi Kurikulum Merdeka, SMKN Gadeng UKM IKM Sultra

KENDARINEWS.COM—- SMKN se Kota Kendari dan Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah – Industri Kecil dan Menengah (UMKM-IKM) Sultra menggelar Memorandum of Understanding (MoU), dimana kerjasama tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan skill atau kompetensi siswa dan tentunya sebagai implementasi dari Kurikulum Merdeka Belajar.

Kepala SMKN 2 Kendari, Drs. Ali Koua mengatakan bahwa secara umum kerjasama tersebut merupakan implementasi dari Kurikulum Merdeka Belajar. Pada prinsipnya kurikulum apapun yang diterapkan itu muaranya adalah pengembangan kompetensi siswa. “Jadi bukan hanya softskill yang kita latih tetapi hardskill juga. Dengan ilmu praktis nantinya dapat meningkatkan wawasan siswa kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa jika nantinya siswa tidak bisa langsung melanjutkan pendidikan atau bekerja di sektor formal, salah satu jalanya yakni berwirausaha. “Sehingga inilah yang menjadi tujuan kita yakni SMKN menghapus kemiskinan, bukan SMKN menjadi kuli,” jelasnya.

Melalui MoU tersebut secepatnya akan ada tindak lanjut yang dilakukan oleh keduanya. “Jadi yang melakukan MoU dengan UMKM-IKM Sultra itu bukan hanya SMKN 2 Kendari, tetapi ada beberapa SMKN di Sultra khususnya. Insyaallah di tahap dua pencairan dana bos itu, kita akan merancang program-program mana yang akan kita jalankan sesuai dengan sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Tempat yang sama, Ketua Forum UMKM IKM Sultra, Dr. H. Abdul Hakim, SE., MS mengungkapkan bahwa peran forum UKM IKM Sultra adalah untuk membantu siswa agar pola pikirnya bisa berubah. “Kita akan motivasi sehingga mindsetnya bisa berubah terkait wirausaha. Selama ini mereka sudah bisa hanya saja pemikiran mereka hanya ingin menjadi karyawan saja,” imbuhnya.

Ada beberapa poin utama dari kerjasama tersebut yakni Pertama, Peningkatan aksesibilitas SMKN dan Forum UMKM – IKM sultra akan bekerja sama untuk memberikan akses lebih mudah bagi siswa SMKN untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum UMKM – IMK , seperti pelatihan, seminar, atau lokakarya, Kuliah tamu, pemagangan terkait UMKM. Kedua, kurikulum yang relevan SMKN dan Forum UMKM – IKM akan berkolaborasi dalam merancang dan mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri UMKM. Ini akan memastikan bahwa siswa SMKN memperoleh keterampilan yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja UMKM.

Tiga, pelatihan dan magang SMK akan berkoordinasi dengan Forum UMKM IKM untuk menyediakan peluang pelatihan dan magang bagi siswa. Hal ini akan memberikan siswa kesempatan nyata untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari di sekolah dalam konteks bisnis UMKM.

“Dan yang terakhir adalah pembinaan dan mentoring Forum UMKM-IKM akan memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan dan mentoring kepada siswa SMKN yang berminat untuk memulai usaha sendiri setelah lulus. Ini akan membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan manajemen bisnis dan memperluas jaringan profesional mereka,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, bahwa kerjasama antara SMKN dan Forum UMKM IKM sultra ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan di SMKN dan memperkuat peran SMKN dalam mencetak lulusan yang siap bekerja di sektor UMKM. Selain itu, kerjasama ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan pengembangan UMKM di wilayah sekitar. “Kita berharap bahwa kerjasama ini akan menjadi model yang dapat ditiru oleh institusi pendidikan dan organisasi UMKM lainnya di seluruh negara, sehingga dapat lebih banyak mempersiapkan generasi muda untuk terjun ke dunia kerja dan mendukung pertumbuhan sektor secara keseluruhan,” pungkasnya. (win/kn).

Ketgam: Kepala SMKN 2 Kendari, Drs. Ali Koua (tiga dari kiri) dan Ketua Forum UMKM IKM Sultra, Dr. H. Abdul Hakim, SE., MS (dua dari kanan), usai MoU.

Ketgam: Foto bersama Kepala SMKN 2 Kendari, Drs. Ali Koua (tiga dari kiri, duduk) dan Ketua Forum UMKM IKM Sultra, Dr. H. Abdul Hakim, SE., MS (dua dari kanan, duduk), usai MoU.

Tinggalkan Balasan