Monianse Ancam Lurah Pungli

KENDARINEWS.COM — Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, mengaku kerap mendapat laporan warga akan kelakuan jajarannya di kelurahan. Kata dia, masih ada beberapa lurah yang meminta imbalan untuk sebuah pelayanan. Padahal jelas saja, itu pungutan liar (Pungli) namanya. Moni pun memperingatkan lurah yang masih melakukan praktik korupsi itu untuk memperbaiki kinerjanya. “Banyak laporan masyarakat yang lurahnya masih main uang saat masyarakat urus tanah. Sudah bayar pun kadang tidak diuruskan. Itu rugi berapa kali masyarakat. Kasian kan. Ubah itu cara-cara buruk yang merugikan warga,” tegasnya, kemarin.

Pengurusan tanah kata Moni sudah ada aturan mainnya. Pihak Kelurahan tinggal mengikutinya saja. Jika ada harga yang harus ditunaikan warga, pastikan itu memang benar-benar sudah kewajiban mereka. “Sekarang kalau warga mau urus tanah, itu sudah mikir mahal lagi. Padahal sebenarnya murah. Hanya oknumnya yang minta banyak. Jadi ini saya benar-benar warning ya. Tolong melayanilah dengan ikhlas, supaya masyarakat puas,” tambahnya.

Baubau-1 itu menegaskan, keluraham menjadi ujung tombak pelayanan Pemerintah Daerah. Karena itu kelurahan harus punya warna yang positif. Sebab satu berbuat bisa dianggap yang lain pun punya cara kerja demikian. “Jangan dipikir kelurahan itu saya tidak pantau. Warga bisa sampaikan ke saya kapan saja. Dalam waktu dekat saya akan luncurkan aplikasi supaya semua kejadian atau kondisi di RT/RW dan kelurahan bisa kita tahu dan segera ada tindakan,” lanjutnya.

Untuk diketahui, akhir pekan lalu Monianse melantik tiga lurah yakni Lurah Palabusa, Sulaa dan Bonebone. “Saya menanti inovasi dari tiga lurah ini. Paling lama satu bulan saya tunggu laporannya kira-kira apa yang mau dibuat di wilayahnya masing-masing. Dan kita berjanji jika itu menarik, akan dipantau untuk diwujudkan dan dimotivasi juga. Supaya ada pembeda,” pungkasnya. (c/mel/lyn)

Tinggalkan Balasan