KENDARINEWS.COM–Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebutkan saat ini realisasi Dana Desa (DD) untuk wilayah Sultra telah mencapai Rp467 Miliar baik DD reguler maupun BLT DD.
Kepala Kanwil DJPb Sultra Syarwan mengatakan, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan,penyaluran DD untuk wilayah Sultra tahap I dan II telah mencapai Rp467,42 miliar atau baru sekira 31,90 persen dari pagu Rp1,465 triliun.
“Dimana rincianya untuk DD reguler tahap I telah tersalurkan sekira Rp396,51 miliar untuk 1.719 desa dari target 1.908 desa. Kemudian realisasi DD reguler tahap II telah mencapai Rp19, 35 miliar untuk 82 desa dari target 1.908 desa. Sehingga total DD reguler yang sudah tersalur sekira Rp415, 86 miliar, “jelasnya.
” Sementara itu realisasi BLT DD tahap I telah salur sekira Rp47, 10 miliar untuk 1.609 desa dari 1.817 desa yang telah melakukan perekaman Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT DD. Kemudian BLT DD tahap II telah salur sekira 4,46 milir untuk 141 desa dari 1.817 desa yang telah melakukan perekaman KPM BLT DD. Sehingga total BLT DD yang sudah tersalur sekira Rp51, 56 miliar, “tambahnya.
Kanwil DJPb Sultra itu pun tak henti-henti mengimbau seluruh desa yang ada di wilyah Bumi Ano agar segera menuntaskan pencairan DD. Mengingat masih ada ratusan desa yang belum mencairkan DD tahap pertama.
” Terkait Dana Desa tahun ini jauh lebih bagus dibanding tahun lalu. Namun saya juga prihatin sebab masih ada ratusan Desa yang sama sekali belum mencairkan DD nya, “ujarnya.
Dia menambahkan, lambatnya pencairan DD untuk beberapa wilayah Sultra masih menjadi PR besar. Biasanya kalau ada desa yang belum mncairkan sementara ada desa lain sudah pada satu kabupaten berarti permasalahan ada di desanya. Harusnya anatara pak kades dengan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) kompak memikirkan masyarakatnya.
“Kami harap Pemdes dan desanya segera memenuhi persyaratan pencairan sehingga masyarakat yang butuh BLT DD apalagi yang kategori ekstrim bisa segera terbantu. Selain itu DD perlu segera dicairkan mengingat ini sudah lewat triwulan satu. Padahal bila DD cepat cair tentu anggarannya bisa dipakai untuk pembangunan desa, “harapnya.
Apalagi, kata dia, sejak awal sudah disampaikan oleh pemerintah, gejolak ekonomi global masih belum menentu,jangan sampai berimbas ke wilayah ini.
“Kalau kita lambat mencairkan di khawatirkan ekonomi melambat dan berakibat kebijakan akan beralih lagi untuk refocusing dan realokasi anggaran dalam mengantisipasi ekonomi kita jangan sampai ambruk. Karena itu, seluruh daerah agar segera lakukan pencairan DD nya, “tukasnya. (rah/kn)










































