Satu Pencuri Kabel Listrik Dicokok Polisi, Tiga Kabur

KENDARINEWS.COM–Tiga dari empat tersangka pencuri kabel tower milik perusahaan listrik negara (PLN) di Desa Nelombu Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur, masih dalam pengejaran polisi.  Satunya sudah dibekuk Reskrim Polres Kolaka Timur.

Kapolres Kolaka Timur,  Akbp.  Yudhi Palmi DJ menyampaikan,  sesuai nomor polisi  LP-05/III/2023, maka ditetapkan tersangka inisial A.A, S, R, dan A karena telah mencuri kabel trapo milik perusahaan listrik negara di Desa Nelombu Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur, sejak tanggal 7 Maret 2023,lalu.

“Polisi sudah mengamankan satu orang pelaku, sementara tiga orang lainnya masih dalam pengejaran polisi. Kalau barang bukti yang kita amankan seperti satu unit mobil avansa warna silver, alat pemotong

sarung tangan, alat septi, kunci inggris, dan 30 buah kabel tembaga,” kata Akbp. Yudhi Palmi DJ saat press release di Mako Polres Koltim,  Kamis (16/3).

Akbp Yudhi mengatakan,  keempat tersangka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke-4, ke-5 KUHP dengan acaman paling lama  tujuh tahun penjara. “Mudah-mudahan tiga tersangka segera ditangkap dan diamankan polisi.  Anggota Polres masih terus bergerak mengejar pelaku,” jelasnya. 

Untuk diketahui, Polres Kolaka Timur menggelar press release dua penangkapan dengan kasus yang berbeda. Pertama kasus pencurian kabel trapo milik PT. PLN di Kecamatan Mowewe dan penangkapan pengedar dan pemakai narkoba di Desa Wonuambuteo Kecamatan Lambandia Kolaka Timur. 

“Kalau kasus narkoba dua pelaku yang ditangkap atas nama Saharudin  dan Imran. Barang bukti yang diamankan 34 paket dan berat 20,55 gram jenis sabu siap edar, satu kemasan handset, 12 saset plastik klip,  dan barang bukti lainnya,” kata Yudhi. 

Sementara itu,  Kasat Reskrim Polres Koltim,  Iptu Evi Afrianto mengatakan,  spesialis pencuri kabel listrik PLN Dibekuk sesuai laporan pihak yang dirugikan. Evi mengaku,  motif pelaku melakukan kejahatan karena terbelenggu segi ekonomi karena kabel bisa dijual harganya lumayan. 

“Satu tersangka sudah kita amankan, tiga orang masih daftar pencarian orang (DPO). Satu sudah terdeteksi keberadaannya berada di Kabupaten Bombana dua masih dalam pelacakan. Keempat pelaku beralamat di Pare-Pare dan mobil rentalnya juga dari daerah sana. Kerugian PLN sekitar Rp 17 juta, ” kata Iptu Evi Afrianto. (kus/kn)

Tinggalkan Balasan