Direktur PT DNM Divonis Penjara 2 Tahun 6 Bulan

KENDARINEWS.COM–Safrin Laiso, Direktur PT Dewa Napan Mineral (DNM), melakukan penambangan ilegal (ilegal mining) di desa Waturambaha kecamatan Lasolo Kepulauan (Laskep), Konawe Utara (Konut). Perusahaan tersebut menambang di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Roshini.

Padahal, PT DNM tidak masuk dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) PT Roshini. Selasa (7/3), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Unaaha akhirnya menjatuhkan putusan pidana kurungan penjara selama 2 tahun 6 bulan terhadap Safrin Laiso terkait kasus ilegal mining tersebut.

Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Konawe, Marwan Arifin. Ia mengatakan, majelis hakim telah menjatuhkan vonis pengadilan terhadap Safrin Laiso. Vonis terhadap Direktur PT DNM itu, lanjutnya, sifatnya belum inkrah. Sebab, terdakwa masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim PN Unaaha.

“Pikir-pikir itu waktunya 7 hari. Nanti kalau dia mengajukan banding, berarti dibawa ke Pengadilan Tinggi (PT). Tapi kalau terdakwa menerima (vonis itu), berarti langsung inkrah,” ujar Marwan Arifin, Kamis (9/3).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Konawe itu menuturkan, Safrin Laiso didakwa sebagai orang yang memerintahkan kegiatan penambangan tanpa izin di kecamatan Laskep. Padahal, PT DNM tercatat tidak masuk dalam RKAB PT Roshini ditahun 2020-2021. Tapi nyatanya, PT DNM tetap melakukan penambangan ilegal. Aparat penegak hukum (APH) pun telah menyita dua excavator dan beberapa tumpukan ore nikel hasil ilegal mining PT DNM.

“Safrin Laiso berstatus tahanan kota. Posisinya Direktur PT DNM ini, kami tahan diwaktu proses penuntutan. Kemudian, dialihkan penahanannya oleh majelis hakim menjadi tahanan kota,” beber Marwan Arifin. (adi/kn)

Tinggalkan Balasan