KENDARINEWS.COM– Ketua Senat IAIN Kendari, Prof. Dr. H. Zulkifli M. M.Si., M.Pd., mengatakan bahwa saat ini IAIN Kendari sudah menerapkan MBKM kurang lebih 50 persen.
Untuk mencapai 100 persen, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan berbagai instansi terkait, baik skala lokal maupun nasional. Mengingat dalam penerapan MBKM harus didukung dengan instansi terkait.
“Kami juga melakukan kerjasama dengan universitas terkait. Tak hanya itu mahasiswa kami ada juga yang melakukan studi di luar kampus dan ada juga mahasiswa universitas lain kuliah di IAIN Kendari. Kita sudah jalin kerja sama dengan beberapa instansi. Namun, untuk penerapan MBKM secara maksimal kita harus bekerjasama lagi dengan berbagai instansi yang masih berkaitan dalam rangka sinergi dalam pengembangan kompetensi mahasiswa,” ujarnya.
Adapun sejumlah kampus kerja sama, yaitu IAIN Manado, IAIN Parepare, IAIN Bone, IAIN Palopo, IAIN Gorontalo dan termasuk UIN Ar Raniry Banda Aceh. “Ini semua kampus kerjasama sama kami. Insyaallah kita kan terus melakukan penjajakan terkait kerjasama yang akan kami lakukan selanjutnya,” ungkapnya.
Ia menyebut bahwa program MBKM sangat mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di lingkungan IAIN Kendari. Tidak hanya kemajuan pendidikan, namun mahasiswa yang dihasilkan juga lebih berkualitas. “MBKM merupakan program yang sangat bagus, hanya implementasi di lapangan baru 50 persen. Mudah-mudahan tahun ini kami akan lebih maksimal lagi dalam penerapan MBKM ini. Kami juga berharap agar MBKM ini bisa benar benar mengimplementasikan sesuai dengan yang diharapkan,” bebernya.
Ia menambahkan, untuk memaksimalkan MBKM, mahasiswa harus mengambil program studi di universitas lain. “Saat ini sudah ada mahasiswa yang akan ke universitas lain. Karena ini sebagai salah satu poin dari penerapan MBKM. Kita berharap tahun ini kita lebih maksimal dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya. (win/b)










































