KENDARINEWS.COM — Dalam rangka meningkatkan kompetensi pengelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi- RKAS (Arkas) Kamis (9/2) di Baubau. Aplikasi RKAS adalah sistem informasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memfasilitasi satuan pendidikan dalam melakukan tata kelola perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan penatausahaan, serta pertanggungjawaban dana bantuan operasional sekolah dalam bentuk digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau La Ode Aswad saat membuka bimtek itu mengatakan setiap tahun mekanisme pengelolaan dan penyusunan Arkas mengalami perubahan. Sehingga perlu dilakukan Bimtek untuk menyamakan persepsi, bagimana membangun kesepahaman menyusun Arkas ini.

“Ini dalam rangka menyamakan persepsi. Bagaimana menyusun RKAS sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap pengelola harus punya kemampuan memperkirakan belanja tahun berjalan. Sehingga semua yang direncanakan bisa direalisasikan,” ungkapnya.
Lanjut dia, perlu diingat jika ada sisa anggaran belanja hingga akhir tahun maka itu akan menjadi acuan pemotongan BOS berikutnya. Karena itu semua harus berhati-hati dan berhitung matang. “Kalau semua memahami ini dengan matang, maka perencanaan pelaksanaan hingga pelaporan akan berjalan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Sekdin Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau Baubau, Bariun mengatakan Penatausahaan bantuan pendidikan dulunya dikupas tuntas dalam petunjuk tehnis. Namun saat ini lebih kompleks lagi, karenanya penting dilakukan Bimtek mengawali penyusunan Arkas itu.
“Dulu mengupas tentang juknis. Tetapi kemudian, ada sebagian hal-hal diluar kemampuan Kasek, sehingga dilengkapi dengan bimtek. Termasuk juga dibahas dalam Bimtek itu pengungaan E-katalog lokal dan kita sudah mengundang narsum dari pihak KPP Pratama Baubau sertapihak ULP,” terangnya. (mel)










































