KENDARINEWS.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Baubau memperkuat kerja sama lintas sektor untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan dini, perdagangan orang, serta penyalahgunaan narkotika. Langkah ini diambil menyusul data yang menunjukkan tren kenaikan kasus perlindungan khusus hingga mencapai 45 perkara.
Koordinasi strategis digelar di Aula DP3AKB Kota Baubau, Kamis (16/7/2026), menghadirkan pihak kepolisian, BNN, Dinas Kominfo, akademisi, serta perwakilan TP PKK, Forum Anak, dan lembaga layanan masyarakat.
Perwakilan Satreskrim Polres Baubau Aipda Gunawal Hasbullah menegaskan bahwa sosialisasi berkelanjutan adalah kunci pencegahan sejak dini. Pihak kepolisian juga memastikan setiap laporan diproses sesuai hukum, namun tetap menerapkan pendekatan keadilan restoratif untuk kasus tertentu dengan syarat ketat.
Sementara itu, perwakilan BNN Kota Baubau Alamsyah menekankan peran keluarga sebagai benteng terkuat. “Kami memperkuat sinergi dengan TP PKK, agar ibu-ibu dapat mendidik sekaligus mendeteksi potensi bahaya narkoba di lingkungan rumah masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan ini menegaskan bahwa keamanan dan kesejahteraan perempuan serta anak bukan tanggung jawab satu instansi semata, melainkan komitmen bersama pemerintah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat Kota Baubau.










































