KENDARINEWS.COM–Pembangunan Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah dan Otak (RSJPDO) Oputa yi Ko terus dikebut. Saat ini, progres pembangunan gedung yang mencapai 17 lantai itu sudah mencapai 98,85 persen.
Hal itu disampaikan oleh kepala Dinas Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), Pahri Yamsul, Kamis (26/1) kemarin.
“Berdasarkan hasil rapat kita bersama pihak Sarana Multi Infrastruktur (SMI), pada minggu lalu progresnya sudah mencapai 98,85 persen. Dan tentu itu terus mengalami perkembangan, yang jelas masih berjalan terus,”ungkapnya.
Adapun sisa pengerjaan yang tengah dikebut yang masih sekitar 1,15 persen itu adalah penyempurnaan (tahap finishing) termasuk jaringan pemasangan alat kesehatan (Alkes)-nya.
Untuk Alkes sendiri, lanjut Direktur Persatuan Olahraga Softball Indonesia ini, itu merupakan domain dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Untuk Alkes sudah dilelang oleh pihak Dinkes, dan sudah ada sebagian peralatan Alkes yang datang, sebagian masih dalam perjalanan. makanya itu kita tunggu. Karena kita akan sesuaikan dengan letak pemasangan instalasi Alkes itu. Kalau sudah, baru kita tutup dinding dan lantai termasuk plafon jaringan instalasi Alkes,”jelasnya.
Selanjutnya kata Pahri Yamsul, selain jaringan instalasi, pihaknya juga tengah kebut perampungan pekerjaan area parkir dan pintu keluar masuk RS Jantung.
“Untuk parkiran kita juga sementara kebut penyelesaian pengerjaannya. Kita target akhir februari sudah bisa selesai untuk parkiran. Kenapa saat ini sampai agak sedikit terlambat, karena mobilisasi alat berat yang masih keluar masuk, sehingga pekerjaan kita harus menunggu alat berat keluar dulu, “terangnya.
Dikatakan, Pahri Yamsul pihaknya menargetkan pada akhir Februari 2023, pihaknya akan menyerahkan secara resmi gedung RS jantung tersebut ke pihak Dinkes. Adapun soal instalasi alkes, pihaknya mengantisipasi keterlambatan itu dengan tetap menyediakan titik letak jaringan instalasi alkes yang akan di pasang.
“Pihak Dinkes itu target bisa tuntas pada bulan Juni. Tapi untuk kita di bagian kontruksi bangunan memberikan dedline pada akhir februari sudah harus tutup. Mengingat waktu yang sudah sedikit. Karena jaringan atau instalasi alkes ini ada yang akan dipasang di atas plafon, ada juga dibawah lantai, dan di dinding,”jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi keterlambatan pasokan alkes itu, tambah Pahri pihaknya saat ini sementara melihat, dimana titik-titik pemasangan alkes yang akan dipasang ketika tiba nanti.semuanya dipersiapkan memang tempat pemasangan instalasinya. Sehingga ketika sudah ada tinggal dipasang.
“Yang jelasnya kami dicipta karya, menargetkan akhir februari ini, kita sudah akan serahkan secara resmi pegerjaan gedung RS Jantung ini kepihak Dinkes, semoga tidak ada halangan, supaya ini bisa dioperasionalkan.
Bahkan untuk saat ini RS tersebut sudah ada yang berkantor dari pihak Dinkes. Pahri mengatakan ketika sudah diserahkan secara resmi RS Jantung ke pihak Dinkes, sudah bisa digunakan.
“Jadi nanti pihak Dinkes ya silahkan pake, nanti kalau ada kendala terkait gedung maka kita akan turun lakukan perbaikan, “imbuhnya.
Dirinya berharap semoga gedung ini bisa segera difungsionalkan secara maksimal dan bisa bermanfaat untuk masyarakat sultra. Sehinga bisa menjadi salah satu tujuan wisata kesehatan di Kendari.
“Sebagaima dengan grand desain awal yang telah dicanangkan oleh bapak gubernur dan wakil gubernur,” tutupnya. (Kam/KN)










































