Masih Ingat Pernikahan Manusia dengan Kambing? Penghulu Dijebloskan ke Penjara

KENDARINEWS.COM — Satu lagi tersangka kasus penistaan agama dalam ritual pernikahan manusia dan kambing, dijebloskan ke tahanan. Sabtu (16/7) malam, Polres Gresik giliran menahan tersangka Sutrisna alias Krisna. Dalam ritual pernikahan nyeleneh pada 5 Juni lalu, Krisna berperan sebagai penghulu.

Sebelumnya, Krisna menjalani pemeriksaan di Unit I Satreskrim. Mulai Sabtu siang hingga larut malam. Saat diperiksa untuk melengkapi BAP, Krisna didampingi seorang penasihat hukum dengan mengenakan udeng. Setelah berjam-jam, dia langsung digiring ke Rutan Mapolres Gresik.

Kedatangan Krisna tesebut merupakan panggilan kedua. Panggilan pertama pada Rabu (13/7) lalu, Krisna tidak datang dengan alasan sakit. ’’Betul, setelah diperiksa dan gelar perkara, langsung dilakukan penahanan terhadap tersangka S (Sutrisna alias Krisna, Red),’’ kata Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki kepada awak media, Minggu (17/7).

Dengan penahanan Krisna, maka sudah tiga tersangka kasus penistaan agama yang ditahan Polres Gresik. Sebelumnya, Arif Syaifullah selaku pemilik konten dan Syaiful Arif selaku pemeran pengantin laki-laki, sudah ditahan sejak Rabu (13/7) lalu.

Sementara itu, satu tersangka lain, yakni Nurhudi Didin Arianto kembali tidak mendatangi panggilan polisi alias mangkir. Anggota DPRD Gresik asal Nasdem itu tidak lain pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng. Di tempat itulah ritual pernikahan manusia dan kambing digelar.

Sama dengan Krisna, sejatinya polisi telah memanggil Nurhudi pada Sabtu Sabtu (16/7). Namun, ditunggu hingga malam, wakil rakyat Dapil Benjeng-Balongpanggang itu tidak kunjung datang. ’’Terkait N (Nurhudi, red), Senin (18/7) informasi dari penasihat hukumnya akan hadir,’’ kata Wahyu.

Apabila tidak hadir, lanjut dia, pihaknya akan mengirimkan surat panggilan kedua. Surat bakal dikirimkan kepada yang bersangkutan Senin (18/7). ’’Diberikan waktu tiga hari untuk mendatangi panggilan setelah surat diberikan,’’ pungkas alumnus Akpol 2015 itu. (fajar/kn)

Tinggalkan Balasan