Pemkab Konsel Evaluasi Pajak Sarang Burung Walet dan Air Bawah Tanah

KENDARINEWS.COM — Pajak menjadi salah satu pendapatan untuk membiayai pembangunan di daerah, termasuk di Konawe Selatan (Konsel).

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Konsel, Nisbanurrahim, mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi dan diversifikasi terhadap dua jenis pajak, sarang burung walet dan air bawah tanah.

“Untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), kami mengelola 11 jenis pajak, namun yang dilakukan pemungutan baru sembilan. Ada dua jenis yang belum dilakukan pengutipan, yakni pajak sarang burung walet dan air bawah tanah. Tapi peraturan daerahnya sudah ada bahkan telah ditetapkan,” jelasnya, Senin (21/3).

Nisbanurrahim

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Konawe Selatan tengah mendata potensi dua jenis pajak tersebut. Khusus usaha sarang burung walet, pihak Dispenda akan mengevaluasi dan memverifikasi kembali data yang sudah ada.

“Tujuannya untuk menentukan dua jenis pajak, khususnya sarang burung walet. Layak atau tidak. Kalau belum, kami lakukan evaluasi. Tren beberapa tahun ini, usaha sarang burung walet bisa jadi sumber pajak,” ungkap Nisbanurrahim.

Ia menambahkan, kelayakan yang dimaksud, dari segi penghasilan sudah cukup bagus. Sehingga beban pajak yang ditetapkan pada warga, tidak memberatkan. “Jangan sampai untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya saja masih susah, apalagi kalau dibebankan pajak,” sambung Nisbanurrahim. Sementara untuk pajak air bawah tanah, pihaknya juga masih melakukan evaluasi. Utamanya memaksimalkan kajian. (c/ndi)

Tinggalkan Balasan