Ahmad Safei : Hati-hati Kelola Anggaran Desa!

KENDARINEWS.COM — Banyaknya anggaran di desa membuat kepala desa (kades) rentan bermasalah dengan hukum. Untuk Kabupaten Kolaka, besaran anggaran desa yang dikelola setiap tahun sekira Rp 1,3 miliar. “Untuk di Kabupaten Kolaka, dana desa paling sedikit Rp 700 juta per tahun. Sedangkan alokasi dana desa (ADD) sekira Rp 600 juta. Sehingga, rata-rata setiap desa, tiap tahun mengelola anggaran sekira Rp 1,3 miliar,” ungkap Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei usai melantik 58 kepala desa di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kolaka, Rabu (16/3).

Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei saat melantik 58 kepala desa di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kolaka, kemarin.

Agar kades terhindar dari persoalan hukum, Safei berpesan kepada para kades untuk berhati-hati dalam mengelolah anggaran desa. Sebab, jika pengelolaan anggaran desa dilaksanakan tidak sesuai dengan peraturan, maka kades dapat berurusan dengan hukum.
“Anggaran itu harus dikelola dengan benar, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Kepada keluarga kades, kami sampaikan, anggaran yang dikelola kades memang besar, tapi itu uang negara. Adapun penghasilan tetap kades setiap bulan, sekira Rp 5 juta,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Safei menyampaikan, tugas utama yang harus dilaksanakan oleh kades, yaitu mematuhi perundang-undangan dan menyejahterakan masyarakat. “Jika ini sudah dilaksanakan, maka desanya akan maju dan warganya sejahtera,” ujarnya.

Untuk diketahui, 58 kades yang dilantik tersebut merupakan hasil pemilihan serentak periode 2022-2028 dan hasil pemilihan pengganti antar waktu hingga tahun 2023. Pelantikan para kades tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Kolaka, H. Muhammad Jayadin, Sekda Kolaka, H Poitu Murtopo, serta para pimpinan Forkopimda dan SKPD lingkup Pemkab Kolaka. (b/fad)

Tinggalkan Balasan