oleh

Perusda Konsel Diminta Maksimal Kelola SDA

KENDARINEWS.COM — Tumbuh dan berkembangnya Perusahaan Daerah (Perusda) Konawe Selatan (Konsel) berbuah apresiasi dari Bupati, H. Surunuddin Dangga. Pasalnya, pada tahun 2021 lalu, unit usaha daerah tersebut mampu memberikan sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD), meski diterjang pandemi. Menurut Surunuddin, setiap tahun Perusda Konsel selalu membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Kendati tahun 2020 lalu sempat merugi akibat didera pandemi Covid-19, bupati memakluminya. Apalagi pada tahun 2021 Perusda mampu bangkit. Itu berarti Perusda Konsel mampu survive.

H. Surunuddin Dangga

“Sejak 2016, total dividen yang sudah disetorkan Perusda ke Pemkab Konsel kurang lebih hampir Rp 8 miliar. Keuntungan itu dalam bentuk kontribusi PAD. Jadi mereka (Perusda) memiliki sumbangsih mengembangkan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya, usai mengikuti rapat umum pemegang saham antara Pemkab dan Perusda Konsel, Rabu (9/3).
Ia mengingatkan, karena pemegang saham Perusda adalah Pemkab, maka operasional perusahaan harus berjalan sesuai perundang-undangan yang ada. Surunuddin mendorong Perusda tertib administrasi.

“Pemkab mendukung penuh Perusda memaksimalkan tiap potensi. Tangguh kelola sumber daya alam (SDA) daerah ini.
Konawe Selatan memiliki kekayaan alam yang melimpah. Perusda bisa memanfaatkan peluang itu. Sebab, selain mengejar keuntungan, juga berkontribusi membantu masyarakat. Khususnya menyediakan lapangan pekerjaan,” ujarnya. Tahun 2022 ini, Surunudin berharap Perusda mampu mengelola SDA yang dimiliki. Sejak 2016 lalu, Konsel-1 itu mengaku memantau langsung kondisi Perusda yang selalu merugi.

“Diawal saya menjabat bupati, Perusda ini nol. Pasca 2016 hingga saat ini, akhirnya kita lihat, telah berjalan sebagaimana mestinya. Konsisten memberikan kontribusi nyata ke daerah,” pungkasnya. Sementara itu Dirut Perusda Konsel, Arief Rachman, mengaku pihaknya tidak akan berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai. Arief mengatakan laporan tahunan, tahun buku 2021 laba bersih sebesar Rp 1,2 miliar. Dividen yang disetorkan ke Pemkab kurang lebih Rp 600 juta.

“Target kami tahun ini laba bersih bisa dua kali lipat bahkan lebih. Terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemkab. Kami harap semakin diberi keleluasan mengembangkan investasi dan tetap lakukan pengawasan agar kami tak keluar dari koridor,” ungkapnya. Arief membeberkan sejumlah kendala yang dihadapi. Salah satu yang berpengaruh yakni, MoU kerja sama dengan sejumlah perusahaan belum berjalan optimal. “Perusda Konsel sebelumnya meneken nota kesepahaman dengan lima perusahaan, namun belum ada yang bisa berjalan. Kendalanya beragam, mulai dari perizinan dan pembebasan lahan. Tahun 2022 ini kita maksimalkan, sehingga Perusda semakin bangkit,” optimisnya. (b/ndi)

Komentar

Tinggalkan Balasan