PTM Terbatas Hanya Bagi Peserta Didik yang Telah Divaksin

KENDARINEWS.COM — Pemkot Kendari tak ingin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) justru menjadi penyebab timbulnya klaster baru. Makanya, hanya peserta didik yang telah divaksin atau mendapat suntikan imun terhadap virus corona yang bisa mengikuti PTM terbatas. Namun jika kasus terus menurun dan bisa dikendalikan, PTM kembali akan dibuka secara normal.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari Makmur mengungkapkan PTM di sekolah dilakukan terbatas selama dua pekan atau mulai tanggal 7 – 19 Maret 2022. PTM diprioritaskan bagi peserta didik yang telah melaksanakan vaksinasi.

“Sementara bagi peserta didik yang belum divaksin bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan metode daring (online). Bisa belajar dari rumah, belajar dilaksanakan setiap hari (6 hari),” ungkap Makmur.

Seorang pelajar menerima vaksin Covid-19. Pemberian vaksin penting bagi anak untuk melindungi mereka dari penularan Covid-19. (AGUS SETIAWAN)

Pelajar yang mengikuti proses belajar tatap muka di sekolah lanjutnya, wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes) agar terhindar dari penularan Covid-19. Makanya, sekolah diminta melengkapi sarana prokes Covid-19 yang meliputi wadah pencuci tangan dan masker untuk peserta didik yang lupa memakai saat ke sekolah.

“Khusus bagi peserta didik kelas 6 SD dan 9 SMP dalam rangka menghadapi USBK (Ujian Sekolah Berbasis Komputer) bisa melaksanakan PTM tatap muka dan pengayaan dengan tetap menerapkan prokes ketat. Jika covid semakin terkendali, kita akan buka pembelajaran secara normal,” ujarnya. (c/ags)

Tinggalkan Balasan