Tingkatkan Kapasitas Guru, Pemkot Baubau Digitalisasi Pembelajaran


KENDARINEWS.COM — Pandemi Covid-19 turut memengaruhi sektor pendidikan. Kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi tantangan dan membuat prosesnya tak maksimal. Digitalisasi berperan penting untuk mempermudah akses pembelajaran ke depan. Untuk itu, Pemkot Baubau melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendukung PGRI berkolaborasi dengan Guru Penggerak Sultra (GPS) mengadakan workshop asesmen pembelajaran berbasis digital, pemanfaatan akun belajar.id dan kiat sukses program guru penggerak. Berlangsung hingga 3 Maret, kemarin, di SMP Negeri 3 Baubau, kegiatan itu dibuka langsung Plt. Walikota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, pada 2 Maret lalu.

Plt Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse (kedua dari kiri) didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, La Ode Aswad (kedua dari kanan) dalam workshop asesmen pembelajaran berbasis digital.

Dalam arahannya, La ode Ahmad Monianse menyebut, peningkatan kapasitas guru dan peserta didik di Kota Baubau penting untuk terus digalakkan. Terlebih menyiapkan generasi emas di tahun 2045 mendatang. “Tentu dunia pendidikan kita harus semakin maju untuk menyiapkan SDM unggul menghadapi tantangan 2045 nanti,” katanya. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Baubau, La Ode Aswad, juga mengapresiasi apa yang dilakukan PGRI berkolaborasi dengan GPS. Menurutnya, dimasa pandemi peran teknologi memang harus dimanfaatkan dengan baik. Terlebih, Kementerian Pendidikan sudah menyiapkan berbagai aplikasi pembelajaran yang memudahkan guru.

“Saya selaku epala dinas pendidikan sangat mengapresiasi kerja sama GPS dan PGRI Baubau. Ini adalah momentum yang bisa membuat minat dan motivasi guru mengikuti program semakin meningkat,” katanya. Peraih penghargaan tokoh inspiratif Sultra tahun 2021 tersebut mendorong para guru untuk mengikuti program GPS. Sebab itu akan meningkatkan kapasitas mereka yang juga berdampak pada peningkatan sumber daya pelajar di Kota Baubau. “Sekali lagi harapan saya, ikuti program GPS ini dengan baik, karena sangat penting untuk peningkatan kapasitas,” tambahnya.

Ketua PGRI Kota Baubau, Bariun, menyebutkan, peserta kegiatan itu adalah guru SD dan SMP. Pihaknya menghadirkan narasumber dari tingkat provinsi seperti Ris Aprizal (Ketua GPS), Dewi Hernianingsih, dan Irma Lismayani. “Mereka semua adalah pentolan dalam bidang pendidikan saat ini di Sulawesi Tenggara,” katanya. Ia juga berharap kegiatan itu dapat menjadi pioner bagi guru di Kota Baubau dalam meningkatkan kapasitas dengan program merdeka belajar yang salah satunya Guru Penggerak dan Pengajar Praktik. “Hadirnya GPS di Kota Baubau semoga menjadi pemicu bangkitnya motivasi guru Kota Baubau di masa yang akan datang,” harapnya. (b/mel/lyn)

Tinggalkan Balasan