Perpustakaan Bertaraf Internasional Segera Difungsikan

KENDARINEWS.COM – Misi Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN) membangun perpustakaan bertaraf internasional akhirnya terwujud. Proyek pembangunan konstruksi gedung berlantai tujuh dan landscape telah dirampungkan. Meski masih ada pengerjaan interior, namun tinggal penyempurnaannya saja. Tak heran, Pemprov Sultra mulai menjadwalkan peresmian gedung yang menelan anggaran hampir mencapai Rp 100 miliar ini. Pembangunan perpustakaan modern ini terinsipirasi dari kunjungan Ali Mazi ke Harvard University, Amerika.

Penantian warga Sultra akan segera terealisasi. Pembangunan Perpustakaan bertaraf Internasional segera difungsikan. Tampak gedung perpustakaan terus bersolek sebelum peresmian. Foto: LM Syuhada Ridzky/Kendari News

Saat itu, Gubernur Sultra kagum melihat perpustakaan kampus ternama dunia ini yang mengoleksi 15 juta buku dengan sistem penyimpanan manual maupun digital. Atas dasar itulah, Ali Mazi memulai pembangunan perpustakaan bertaraf internasional di Sultra. Kepala Dinas Ciptakan Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang, Pahri Yamsul mengatakan pengerjaan konstruksi gedung beserta komponen penunjang lainnya telah tuntas terealisasi. Kini, gedung perpustakaan bertaraf internasional menanti peresmian, agar bisa segera digunakan untuk kepentingan masyarakat khusunya para pelajar. “Pengerjaannya konstruksi dan landscape sudah tuntas dan telah kami serahkan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Saya kira tinggal diresmiikan saja,” kata Pahri Yamsul kepada Kendari Pos, Minggu (20/2).

Untuk penentuan jadwal peresmiannya katamantan Manajer Timnas Softball ini, sepenuhnya menjadi gawean Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra. Menurutnya, kewenangan lembaganya hanya memastikan pengerjaan konstruksi dan land scapenya. Pahri Yamsul menambahkan pengerjaan konstruksi gedung telah tuntas 100 persen akhir 2020 lalu. Kemudian pemasangan elektrikal, chiller, pompa air, pencahayaan untuk taman serta pagar juga telah rampung. “Saya kira capaian ini tak lepas sinergi seluruh stakeholder sehingga proses pengerjaan berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Pembangunan gedung perpustakaan internasional menelan anggaran kurang lebih Rp 97,3 miliar. Anggaran tersebut terbagi dalam tiga tahap. Pertama anggaran yang digunakan itu sekitar Rp 28 miliar dan tahap kedua Rp 68 miliar. “Sedangkan pada tahap finishing sekitar Rp 1,3 miliar,” ujar Pahri Yamsul.

Perpustakaan daerah sambungnya, didesain modern atau mengikuti zaman dengan mengadopsi semua kekayaan ilmu pengetahuan. Perpustakaan bertaraf internasional tidak hanya menjadi pusat baca, tapi juga bisa menjadi wisata edukasi bagi masyarakat. “Konsep wisata edukasi dipilih guna meningkatkan dan menarik minat baca masyarakat maupun pelajar untuk mengunjungi perpustakaan,” tandasnya.

Output pembangunan perpustakaan ini, sebagai sarana mengais ilmu pengetahuan. Gubernur Sultra Ali Mazi ingin menghadirkan kesan perpustakaan bukan hanya untuk para penggiat baca, namun juga bertujuan mengundang semua kalangan hadir menikmati suasana serta kemegahan gedung perpustakaan bertaraf internasional ini. (b/ali/adv)

Tinggalkan Balasan