1.143 Rumah di Desa Terpencil Koltim Nikmati Aliran Listrik

KENDARINEWS.COM–Penantian warga Koltim yang menginginkan aliran listrik terjawab. Kemarin, PLN berhasil menerangi sekira 11 Desa di Kecamatan Ueesi. Jika ditotal terdapat sekira 1.143 rumah yang mendapatkan layanan penerangan tersebut.

Tampak tiang listrik berdiri kokoh pada salah satu desa terpencil di Koltim.

Di awal tahun 2022, PLN berhasil melistriki 11 Desa di Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur. Dengan potensi sejumlah1.143 Rumah Tangga, masyarakat pun berbahagia menyambut hadirnya listrik di desa mereka.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar), Awaluddin Hafid mengatakan hadirnya listrik sebelas desa tersebut merupakan wujud kerjasama serta dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat.

Ia tak menampik jika untuk menghadirkan listrik ke daerah terpencil sangatlah menantang. Misalnya di Koltim, untuk sampai di Kecamatan Ueesi ditempuh dengan tujuh jam perjalanan dari Kota Kendari dengan jarak kurang lebih 100 km.

“Petugas PLN harus melewati jalan yang cukup ekstrim, apalagi pada bulan tertentu pada saat musim hujan yang berkepanjangan. Beberapa akses jalan juga terputus oleh sungai, sehingga untuk memobilisasi material sampai ke lokasi petugas menyebrang sungai menggunakan rakit,” kata Awaluddin.

“Kami bersyukur berkat dukungan masyarakat dan stakeholder, listrik dapat teraliri di sebelas desa tersebut. PLN berkomitmen untuk melistriki desa demi tercapainya kesejahteraan masyarakat luas, dan anak-anak dapat belajar di malam hari” tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Koltim, Muhammad Isha Benhur menyambutbaik komitmen PLN dalam menerangi desa-desa terpencil yang ada di Koltim. Ia yakin hadirnya listrik di Kecamatan Ueesi dapat membantu masyarakat terutama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dari aspek pendidikan, perekonomian, dan aspek lainnya.

“Terima kasih kepada PLN yang sudah mewujudkan mimpi dengan membangun infrastruktur ketenagalistrikan untuk 11 desa dan kami bersyukur setelah sekian lama, akhirnya masyarakat sudah bisa menikmati listrik,” tandasnya.

Untuk diketahui, 11 desa di Kabupaten Koltim yang telah dilistriki PLN antara lain, Desa Porabua, Desa Siluwi, Desa Konawendepiha, Desa Ueesi, Desa Wesinggote, Desa Watumendonga, Desa Ahilulu, Desa Alaaha, Desa Likuwalanapo, Desa Tongauna, dan Desa Puurau.

Perlu diketahui pula, dalam menyalurkan listrik ke desa-desa tersebut, PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sultra membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 54,76 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 31,27 kms, serta 13 unit gardu distribusi dengan total kapasitas sebesar 650 kVA. Selain itu, untuk membangun jaringan lstrik PLN mengucurkan dana investasi sejumlah Rp 18,56 miliar.
 
Sampai dengan Bulan Januari 2022, total Rasio elektrifikasi Provinsi Sultra adalah 99,63 persen. Hadirnya listrik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan ekonomi masyarakat desa di Kecamatan Ueesi yang sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani dan berkebun. (ags)

Tinggalkan Balasan