Kematian Akibat TBC Melonjak Saat Pandemi

KENDARINEWS.COM — Kasus kematian akibat Tuberkulosis (TBC) di Kota Kendari mengalami peningkatan dimasa pandemi Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, jumlah kasus kematian akibat bakteri menular itu mencapai 32 kasus (10 kasus 2020, 22 kasus 2021) jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan sebelum pandemi (2019) yang tercatat dibawah 10 kasus.

Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kendari, Samsul Bahri mengatakan, meningkatnya kasus kematian pasien TBC dipengaruhi masih kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi tubuhnya yang sudah terpapar bakteri yang menyerang paru-paru itu. “Masih ada warga yang merasa malu memeriksakan kesehatannya. Padahal penyakit ini sangat mematikan. Harusnya warga jangan remehkan TBC ini,” kata Samsul Bahri, kemarin. Kondisi tersebut, lanjut dia, diperparah dengan merebaknya Covid-19 yang semakin memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, terutama yang sudah mengidap TBC. “Sangat berbahaya,” ujarnya.

Samsul Bahri

Samsul tak menampik jika kasus TBC ibarat fenomena gunung es. Yang mana jumlah penderitanya sangat banyak namun hanya sebagian yang terdeteksi karena malu divonis mengidap penyakit TBC. “Sebenarnya semakain banyak (kasus aktif) yang ditemukan itu semakin baik. Supaya cepat diobati. Supaya tidak menyebarkan kepada orang lain ,” jelasnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang merasakan gejala TBC seperti batuk selama dua minggu tak berhenti disertai dahak kental dan terkadang berdarah sesegera mungkin memeriksakan kesehatannya pada fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat. Upaya itu penting dilakukan untuk mencegah penularannya. “Penukarannya (TBC) melalui udara. Jika seseorang (penderita TB) batuk, ada jutaan bakteri yang tersebar diudara. Jika dihirup maka berpotensi menulari orang disekitarnya. Sehingga sangat disarannya masyarakat menggunakan masker dan segera memeriksakan diri kondisi kesehatannya pada dokter. Obatnya sudah ada. Mahal tapi gratis. Sudah disiapkan oleh pemerintah,” kata Samsul Bahri.

Sekadar informasi, jumlah kasus aktif TBC di Kota Kendari pada 2020 tercatat sebanyak 477 kasus. Jumlahnya meningkat menjadi 799 pada 2021. Kasusnya bervariasi mulai dari TBC biasa hingga TBC MDR (Multi Drug Resistant). (m1/b)

Tinggalkan Balasan