Pemkot Baubau Minta Guru dan Orang Tua Sukseskan Vaksinasi Anak


KENDARINEWS.COM — Seluruh kepala sekolah dan pengurus komite di Baubau dikumpulkan Plt. Wali Kota, La Ode Ahmad Monianse. Langkah tersebut dalam rangka menyamakan persepsi mendorong percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Pertemuan itu digelar Kamis (20/1) di aula kantor wali kota Baubau di Palagimata. Di depan para pimpinan dan komite sekolah, Ahmad Monianse mengingatkan, Kota Baubau saat ini sudah mencapai target vaksinasi dosis I diangka 74 persen. Itu artinya, kesadaran masyarakat sudah cukup baik. Sehingga tidak sulit lagi untuk mendorong vaksinasi anak.

“Vaksinasi kita sudah 74 persen. Artinya sebagian besar orang tua dan guru-guru itu sudah vaksin. Berarti harusnya tidak usah kita berdebat lagi, anak-anak ini mau apa tidak divaksin. Orang tua sudah membuktikan vaksin itu aman,” katanya, kemarin. Menurut Monianse, guru-guru dan PNS di lingkup Pemkot Baubau yang diketahui anaknya tidak divaksin maka akan dikenakan sanksi teguran. “Nanti kita lihat dan saya akan pantau sendiri. Akan kita tegur kalau memang anaknya belum vaksin,” sambungnya.

Plt Wali Kota Bauabu, La Ode Ahmad Monianse (kedua dari kiri) saat memimpin pertemuan bersama Kepala SD dan Komite Sekolah bersama pihak pemerintah dalam rangka percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Ia didampingi Ketua DPRD Kota Baubau, H. Zahari (kedua dari kanan), Dandim 1413 Buton, Letkol Arm. Muhammad Faozan (kiri) dan Kadis Dikbud Baubau, La Ode Aswad (kanan).

Untuk mempercepat tuntasnya vaksinasi anak, pemerintah telah menyiapkan 39 tim vaksinasi dari seluruh Puskesmas yang ada di Kota Baubau. Lalu ditambah lagi dengan tiga tim Polri dan dua tim dari TNI. “Kalau semua turun ke lapangan, harapan kita bisa satu minggu selesai. Ingat, ASN harus jadi motor penggerak,” tegasnya.
Ketua DPRD Kota Baubau, H. Zahari, mengaku pihaknya mendukung kerja-kerja pemerintah dalam memberikan pemahaman pada masyarakat akan pentingnya vaksinasi. “Kami mengapresiasi semua langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kota Baubau. Salah satunya dengan mengumpulkan guru-guru untuk menyamakan persepsi bagaimana menyukseskan vaksinasi anak ini. Karena peran guru sangat penting dalam percepatan kegiatan tersebut. Perdebatan kita bukan lagi mau atau tidak mau. Kita harus berpikir bagaimana anak-anak kita bisa belajar normal kembali, salah satunya dengan program vaksinasi ini,” terangnya.

Sementara itu Dandim 1413 Buton, Letkol Arm Muhammad Faozan, menambahkan, jika kendala saat dilakukan serbuan vaksin adalah tingkat kesadaran yang masih rendah, sehingga persentase tidak mencapai target. “Alhamdulilah kita di Baubau sudah 74 persen. Artinya sudah sama-sama kita sadari. Kunci yang harus dipegang, guru juga harus yakin bahwa vaksinasi ini aman,” timpalnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, La Ode Aswad, berkomitmen, pihaknya akan berupaya menuntaskan vaksinasi anak tersebut. Karenanya, dalam pertemuan itu pihaknya sengaja mendatangkan dokter ahli untuk berbicara terkait vaksinasi anak. “Hari ini bapak ibu sudah dengar sendiri dari dokter bahwa vaksinasi anak ini aman, hingga 93 persen melindungi,” katanya.

Mantan Kepala Bappeda itu melanjutkan, jumlah anak SD yang tercatat di Diknas saat per 31 Oktober 2021 lalu sebanyak 16.357, terdiri dari 8.366 laki-laki dan 7.991 perempuan. “Itulah sasaran vaksin kita,” pungkasnya. (b/lyn)

  • Sasaran Vaksinasi Anak di Kota Baubau
  • Laki-laki : 8.366 orang
  • Perempuan : 7.991 orang
    Total : 16.357 orang
  • Pemerintah menyiapkan 39 tim vaksinasi dari seluruh Puskesmas
  • Ditambah tiga tim Polri dan dua tim TNI
  • Capaian vaksinasi di Kota Baubau saat ini 74 persen untuk dosis I

Tinggalkan Balasan