oleh

Jadi Narasumber Dalam Kuliah Umum di UMK, Ketua Komisi Yudisial RI Minta Seluruh Pihak Awasi Kinerja Hakim

-Edukasi-51 Dilihat

KENDARINEWS.COM–Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia Prof. Dr Mukti Fajar Nur Dewata S.H, M.Hum, menjadi narasumber pada kuliah umum Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) dengan tema Menjaga Integritas Hakim dalam Membangun Kredibilitas Peradilan, bertempat di Aula lantai 4 Gedung E, pada Selasa (21/12/2021).

Kuliah umum ini dilaksanakan dengan sistem Blended, yang di ikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum dan masyarakat umum secara Daring menggunakan platform aplikasi Zoom Meeting dan secara Luring dengan jumlah peserta terbatas untuk menghindari penyebaran Covid 19.

Dekan Fakultas Hukum UMK Ahmad Rustan, S.H., M.H., mengatakan, dengan hadirnya Komisi Yudisial pada Kuliah Umum ini akan memberikan pemahaman bagi mahasiswa nantinya bagaimana menciptakan dan menghasilkan hakim yang berintegritas.

Suasana kuliah umum yang dihadiri langsung Ketua Komisi Yudisial RI Mukti Fajar Nur Dewata di Universitas Muhammadiyah Kendari.

“Kita tau bahwa pengadilan adalah benteng terakhir untuk mendapatkan keadilan bagi kita semua,oleh karenanya tentu hakim yang akan mengadili setiap perkara di pengadilan harus memiliki integritas dalam mengurusi perkara, berdasarkan nilai-nilai keadilan yang tertuang didalam ketentuan perundangan yang sudah ada,” kata Ahmad.

“Tidak bisa dipungkiri beberapa kasus pelanggaran etik yang juga melibatkan hakim, ini merupakan tantangan bagi Komisi Yudisial yang memiliki tugas untuk melahirkan hakim-hakim yang berintegritas”, tambahnya.

Pada kesempatan serupa Rektor UMK Amir Mahmud, S.Pi., M.P., saat membuka kegiatan Kuliah Umum mengatakan, ada beberapa permasalahan hukum yang terjadi di Indonesia saat ini sehingga banyak menimbulkan protes dan aduan dari masyarakat kepada hakim yang tidak menjalankan tugas dengan baik. “Ini adalah tantangan untuk kita khususnya mahasiswa Fakultas Hukum UM Kendari” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan Kuliah Umum dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber. Ketua Komisi Yudisial RI Mukti Fajar Nur Dewata menjelaskan, Komisi Yudisial adalah sebagai take and balance, tugasnya dua, yakni melakukan seleksi calon hakim agung, dan menjaga martabat, dan keluruhan perilaku hakim, komisi yudisial hadir dan lahir di era Reformasi.

“Saya berharap Fakultas Hukum Universitas Muhammadiya Kendari untuk menjaga dan meningkatkan kualitas akademik dari mahasiswa agar nanti lulusannya yang menjadi hakim mempunyai kapasitas dan kualitas yang mumpuni. Pada kuliah umum ini saya ingin mengajak partisipasi seluruh komponen bangsa dalam proses menjaga integritas hakim dan membangun kredibilitas peradilan, karena salah satu ukuran Negara maju adalah lembaga peradilannya dipercaya oleh masyarakat”.kata Mukti.

Lanjut dia, ketika masyarakat belum percaya pada lembaga peradilan dimana aktor utamanya adalah hakim, maka keberadaan masyarakat belum bisa dianggap Negara maju, dan ini merupakan suatu realitas ketika terjadi kasus antar Negara, Negara asing tidak mau diadili di Indonesia.

“Kenapa hal ini bisa terjadi ? karena kita belum mendapat kepercayaan, olehnya itu tugas kita semua adalah dengan menjaga hakim kita agar dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan” kata Mukti.

Ketua Komisi Yudisial RI ini mengaskan, kenapa para hakim harus diawasi. Itu dikarenakan hakim adalah manusia, yang akan bisa juga tergoda dengan berbagai hal. “Karena itulah integritas, moralitasnya harus terjaga agar tidak tergoda dengan hal-hal yang bisa menggoyahkan iman, karena itulah keberadaan Komisi Yudisial ada dalam mengawasi mereka”, Jelas Mukti Fajar dalam pemaparan materinya. (rls/ags)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed