Pengerjaan Jalur Lingkar Luar Dikebut

Metro Kendari

KENDARINEWS.COM — Setelah sempat tertunda akibat pandemi, pengerjaan jalur lingkar luar (Outer Ringroad) kembali dilanjutkan. Hanya saja, pengerjaannya telah dialihkan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Tahun 2021, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 86,94 miliar sepanjang 14 kilometer (km).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mendorong percepatan pembangunan jalur lingkar luar. Ia meminta BPJN mengebut pengerjaannya yang sudah dimulai sejak Juni lalu. Lokasinya berada pada Segmen I sekitar kawasan Kebun Raya-jalan poros Nanga-nanga sepanjang 14 km. Progresnya sudah mencapai 8 persen atau masuk tahap perkerasan jalan dan pembangunan drainase.

Pengerjaan jalur lingkar luar (outer ring road) Kota Kendari kembali dilanjutkan. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 86,94 miliar.

“Membangun kota itu harus melihat perkembangan dan daya tahan untuk 50 hingga 100 tahun ke depan. Tak bisa hanya dilakukan untuk bersifat kondisional semata, karena pembangunan kota harus matang secara strategi. Oleh karena itu, kami terus mendorong BPJN untuk mempercepat pembangunannya. Rencananya, kami akan lanjutkan kembali pada tahun berikutnya” kata Sulkarnain Kadir.

Jalan kata dia, merupakan hal terpenting dalam membangun perekonomian masyarakat semakin baik dan efisien waktu tempuh jalan, maka ekonomi masyarakat akan mudah didongkrak. Pembangunan jalan lingkar luar adalah untuk memecah arus lalu lintas dalam kota agar tidak terjadi kemacetan seiring perkembangan kota yang semakin pesat. “Jalur ini juga akan menghubungkan Kendari dengan beberapa kabupaten tetangga seperti Konawe dan Konawe Selatan. Jalur ini akan melewati kawasan terminal tipe A yang sedang dibangun,” jelasnya.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sultra, Lumbarddin mengatakan, pembangunan jalur lingkar luar klaster I sudah memasuki tahap perkerasan. Di sisi lain, pihaknya juga sementara membangun drainase yang akan mendukung ketahanan jalur.

“Pekerjaan terus berjalan tidak henti. Karena kami diberi tenggat waktu hanya 365 hari. Memang ada sedikit kendala seperti longsor, cuaca yang tidak menentu dan persoalan lahan namun belum menghambat pekerjaan. Tapi semua kami coba atasi. Kalau jalan yang miring atau longsor itu kami timbun segera supaya landai kembali. Kalau permasalahan sengket lahan, itu kami sudah dimediasi oleh pemprov bahwa jalan proyek nasional harus tetap dibangun,” ujarnya. (b/ags)

Jalur Lingkar Luar
2016-2020
-Dianggakan APBD Multiyears
-Progresnya 12,95 Km
2021
-Ditanggung APBN Rp 86,94 Miliar
-Panjang jalan 14 Km

Sulkarnain Genjot Pembangunan Infrastruktur, Progres Balai Kota Capai 35 Persen

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir terus menggalakan pembangunan diotoritanya. Berbagai sarana dan prasana dihadirkan untuk menunjang pelayanan terhadap masyarakat. Teranyar, Sulkarnain tengah menggenjot pembangunan Balai Kota Kendari yang saat ini progresnya sudah mencapai 35 persen.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir memberi arahan saat meninjau pembangunan Balai Kota Kendari.

Menurutnya, pembangunan Balai Kota Kendari memiliki nilai strategis. Pasalnya, ini merupakan perwujudan visi-misinya menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), teknologi dan informasi. Tidak hanya perkantoran, gedung ini akan dilengkapi mall pelayanan yang dibangun dengan konsep One Stop Service. Warga metro yang hendak mengurus administrasi seperti administrasi kependudukan (Adminduk) maupun perizinan cukup datang di mall pelayanan.

“Di sana bisa ngurus e-KTP, izin usaha, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), bisa ngurus SIM (Surat Izin Mengemudi) atau sekedar ngopi. Kita telah minta BPN (Badan Pertanahan Negara) buka counter di sana untuk pelayanan pembuatan sertipikat tanah, sehingga orang bisa datang satu titik,” kata Sulkarnain Kadir.

“Intinya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan administrasinya terkait dengan pemerintahan, bahkan kami juga sudah bicara dengan imigrasi untuk nanti membuka layanan pembuatan Pasport,” tambahnya.

Balai Kota turut dilengkapi satu gedung khusus untuk dijadikan tempat parkir kendaraan. Areal parkir ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah parkir liar di Kendari. Saat ini banyak masukan dan sorotan soal penanganan parkir khususnya di kawasan Jalan Abunawas dan Jalan Balai Kota Kendari.

Area parkir Gedung Balai Kota nantinya bisa menampung ribuan kendaraan ASN dan masyarakat yang datang berurusan di Mall Pelayanan Balai Kota Kendari, “Doakan mudah-mudahan Kantor Wali Kota (Balai Kota) cepat terbangun. Kalau selesai itu, daya tampungnya cukup untuk menampung seluruh kendaraan yang selama ini menggunakan bahu jalan,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)

Mega Proyek Balai Kota
Total Anggaran Rp 250 Miliar
Masa Pengerjaan 2019-2022
Pembiayaan Multiyears

Tahap I (2019) Gedung Utama (gedung podium) Rp 57 Miliar
Tahap II (2021) Perampungan Gedung dan Interior Rp 80 Miliar
Tahap III (2022) Pembangunan Tower Setinggi 9 Lantai Rp 133 Miliar

Tinggalkan Balasan