Polda Sultra Ringkus Pengedar Narkoba, 56,10 gram Sabu Diamankan

HEADLINE NEWS

KENDARINEWS.COM — Perang melawan narkoba mesti lebih ditingkatkan. Tak cukup pemerintah atau aparat penegak hukum. Dibutuhkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat. Barang haram ini telah merusak segala lini kehidupan, dengan semua efek negatif yang ditimbulkan. Terbaru, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sultra meringkus seorang pengedar narkotika berinisial AKB (36). Dari penggeledahan polisi mendapatkan barang bukti sabu seberat 56,10 gram.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman melalui Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan tersangka telah diamankan di Mako Ditresnarkoba Polda Sultra guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka diamankan Tim Opsnal Unit 2 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sultra di sebuah Kosan Jalan Belibis, Kelurahan Kambu, tangga 26 Juni sekitar pukul 00.30 Wita. Penangkapan dilakukan saat tersangka selesai melakukan penempelan sabu,” ungkapnya.

Pengungkapan kasus ini tambahnya, berawal dari informasi masyarakat. Disebutkan, sekitar kediaman pelaku, Jalan Jati Raya, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia kerap terjadi peredaran gelap narkoba. Berangkat dari laporan tersebut, tim langsung melakukan penyelidikan dengan metode observasi dan survailance.

“Di rasa memiliki cukup informasi dari hasil penyelidikan, akhirnya petugas melakukan upaya paksa dan penangkapan. Tersangka diamankan saat pulang ke kamar kosan miliknya. Diketahui tersangka baru saat itu baru saja pulang usai melakukan penempelan sabu,” ujarnya.

Setelah menangkap pelaku, dilanjutkan penggeledahan kamar kos-kosannya. Penggeledahan disaksikan oleh saksi masyarakat sekitar. Ditemukan sabu yang berada di lantai kamar kos tersangka. “Polisi menemukan 75 sachet sabu siap edar total berat sabunya 56,10 gram. Selanjutnya tim membawa tersangka dan barang bukti yang disita ke Mako Direktorat Reserse Narkoba guna proses penyidikan lebih lanjut,” bebernya.

Selain menyita barang bukti narkotika, polisi juga mengamankan barang bukti lain yang berhubungan dengan tindak pidana tersebut. Diantaranya dua buah handphone, satu buah lakban warna hitam, satu buah lakban warna merah dan sebuah sendok sabu yang terbuat dari pipet.

Berdasarkan keterangan tersangka, barang tersebut diperoleh dari seorang yang tak dikenal dengan cara tempel di wilayah Kota Kendari Melalui komunikasi handphone. “Tersangka disangkakan melanggar pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 undang undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya diatas lima tahun,” tutupnya. (b/ndi)

Tinggalkan Balasan