Pemkot Kendari Kampanye Three Ends


KENDARINEWS.COM — Meski diancam hukuman pidana, kasus kekerasan anak di Kota Kendari masih terus terjadi. Namun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, angkanya sudah jauh menurun. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (DP3A) Kota Kendari, kekerasan fisik dan seksual masih mendominasi kasus kekerasan terhadap anak.

Nahwa Umar

Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Nahwa Umar tak menampik jika masih ada tindakan kekerasan pada sejumlah anak di Kota Lulo. Menurutnya, kekerasan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor seperti budaya patriarki, tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat yang masih rendah. Kondisi tersebut diperparah dengan hadirnya wabah Covid-19 yang masih menjadi pandemi hingga saat ini.

“Oleh karena itu, kekerasan terhadap anak menjadi hal yang penting untuk ditangani dan dicegah,” kata Nahwa Umar usai Rapat Kordinasi (Rakor) Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Tingkat Kota Kendari di Zenit Hotel, kemarin.

Sebagai upaya mengurangi perilaku kekerasan terhadap anak lanjut Jenderal ASN ini, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Hadirnya satgas tersebut diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mencegah kekerasan terhadap anak.

“Kami sudah libatkan Satgas PPA dan unsur Tim Penggarak PKK yang diharapkan dapat terjalin koordinasi dan sinkronisasi sinergitas dalam pencegahan kasus kekerasan terhadap anak mulai dari lingkungan keluarga,” kata Nahwa Umar.

Ia pun berharap Satgas bisa menggaungkan dan mengkampanyekan program Three Ends dari pemerintah yakni akhiri kekerasan pada anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan, “Ini program penting, harus kita sukseskan. Saya sudah instruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat,” kata Nahwa Umar.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala DP3A Kendari, Ratna Dewi mengatakan kasus kekerasan anak masih terjadi tahun ini. Hanya saja, ia tak menyebut jumlah pastinya. Pasalnya, datanya masih harus direkap. Namun datanya bisa dikroscek melalui aplikasi simfoni.

“Kami siap melaksanakan instruksi bu Sekot. Makanya, kami terus menguatkan peran Satgas untuk mensukseskan program Three Ends. Implementasinya, kita akan mulai dari lingkungan keluarga. Mudah-mudahan upaya ini bisa menekan angka kekerasan terhadap anak di Kendari,” pungkasnya. (b/ags)

Tinggalkan Balasan