KENDARINEWS. COM—Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) tahun 2026 mengusung mekanisme yang lebih terbuka dan interaktif dibandingkan tahun‑tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Pilrek, Prof. Dr. Ali Bain, saat ditemui Kendari Pos.
Katanya, tahap pemaparan visi dan misi calon rektor akan dilengkapi dengan sesi tanya jawab yang melibatkan tujuh panelis dari berbagai unsur.
“Pilrek kali ini akan terasa berbeda. Nanti pada saat pemaparan visi dan misi, akan hadir tujuh panelis yang bertugas memberikan pengujian kepada setiap calon. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap kepada seluruh sivitas akademika mengenai kapasitas dan gagasan para calon,” ungkap Prof. Ali Bain.
Ketujuh panelis tersebut mewakili unsur yang beragam, yaitu perwakilan alumni, Presiden Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, perwakilan dosen, unsur Forkopimda, serta tenaga kependidikan. Masing‑masing panelis berhak mengajukan satu pertanyaan kepada setiap calon yang telah selesai memaparkan Program Visi Misinya.
Mekanisme waktunya pun telah ditetapkan secara jelas. “Satu pertanyaan dari masing‑masing panelis, dengan waktu 3 menit bagi panelis untuk menyampaikan pertanyaan, dan 7 menit bagi calon untuk memberikan jawaban secara rinci,” bebernya.
Prof. Ali Bain berharap adanya mekanisme baru ini membuat proses Pilrek menjadi lebih menarik, transparan, dan tetap menjaga suasana kampus yang kondusif. “Kami ingin Pilrek kali ini berlangsung bernuansa menyenangkan, aman, dan bersahaja. Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, namun tetap harus dijaga agar tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan bersama,” tandasnya Dekan Fakultas Peternakab UHO ini.
Jadwal Tahap Visi Misi dilaksanakan tanggal 30 Juni 2026, dan Penyaringan 3 Besar diadakan tanggal 1 Juli 2026.
Sementara itu, Ketua Senat Akademik UHO, Prof. Dr. Jamili, menyampaikan penyesuaian jadwal pelaksanaan pemaparan visi dan misi bagi tiga besar calon rektor. Kegiatan yang semula direncanakan berlangsung pada 29–30 Juni 2026 terpaksa diundur karena bertepatan dengan agenda kenegaraan tingkat pendidikan tinggi.
“Mengingat ada acara kepresidenan yang berlangsung pada waktu tersebut, maka kami memutuskan untuk menggeser jadwal pelaksanaannya menjadi tanggal 30 Juni dan 1 Juli 2026. Perubahan ini telah disepakati bersama saat raoat senat dan pihak terkait agar proses berjalan lancar tanpa gangguan,” terang Prof. Jamili.
Ia juga menegaskan harapan besar terhadap proses pemilihan kali ini. “Kami berharap Pilrek UHO 2026 dapat melahirkan pemimpin yang mampu membawa Universitas Halu Oleo semakin maju dan dikenal hingga kancah dunia. Yang paling utama, prosesnya harus berjalan dengan suasana yang gembira, tanpa gejolak, serta melibatkan partisipasi aktif seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa,” pungkasnya.
Dengan adanya perubahan mekanisme dan penyesuaian jadwal ini, panitia berharap seluruh tahapan Pilrek dapat berjalan sesuai ketentuan, menjunjung tinggi nilai‑nilai demokrasi akademik, serta melahirkan pimpinan terbaik untuk membawa UHO ke arah yang lebih unggul dan berdaya saing. (ani/lia)









































