KENDARINEWS.COM–Kendari Pemerintah Amerika Serikat menyerukan warganya untuk segera meninggalkan kawasan Timur Tengah, mulai dari Mesir ke arah timur, menyusul meningkatnya risiko keamanan pascaserangan militer AS dan Israel terhadap Iran.
Dilansir Agence France-Presse (AFP), Selasa (3/3/2026), Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan resmi agar warga Amerika segera keluar dari sejumlah negara yang dinilai berisiko tinggi.
Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, dalam unggahannya di platform X menuliskan seruan tegas tersebut.
“Departemen Luar Negeri menyerukan warga Amerika untuk SEGERA MENINGGALKAN negara-negara di bawah ini menggunakan transportasi komersial yang tersedia, karena risiko keselamatan yang serius,” tulisnya. dikutip dari Detik.com
Peringatan tersebut mencantumkan 14 negara, termasuk Mesir sebagai titik awal wilayah yang diminta untuk ditinggalkan. Meski selama ini Mesir hanya terdampak secara terbatas, negara itu tetap masuk dalam daftar kewaspadaan.
Teluk hingga Levant Masuk Daftar
Selain Mesir, peringatan itu juga mencakup seluruh negara Arab Teluk yang dalam beberapa hari terakhir menjadi sasaran serangan balasan drone dan rudal Iran, menyusul keberadaan pasukan AS di wilayah tersebut.
Pemerintah AS juga mendesak warganya meninggalkan Israel, wilayah Palestina, Irak, Yordania, Lebanon, dan Suriah yang dinilai terdampak langsung oleh eskalasi konflik.
Untuk saat ini, Washington meminta warga melakukan evakuasi secara mandiri menggunakan penerbangan komersial yang masih tersedia, meskipun jadwal penerbangan di sebagian besar kawasan telah mengalami gangguan signifikan. Pemerintah AS belum mengumumkan rencana evakuasi resmi yang difasilitasi negara.
Langkah ini menandai meningkatnya kekhawatiran Washington atas potensi meluasnya konflik di Timur Tengah, dengan risiko keamanan yang dinilai semakin tinggi bagi warga sipil asing di kawasan tersebut.(ris)
