PT Vale Indonesia Revitalisasi Pasar Raya Mekongga

KENDARINEWS.COM– Deretan tenda dan panggung sederhana berdiri di tengah hamparan Pasar Raya Mekongga, Sabtu siang. Di lokasi yang selama hampir tiga dekade menjadi denyut nadi perdagangan rakyat, langkah baru akhirnya dimulai. Seremoni groundbreaking revitalisasi Pasar Raya Mekongga (PRM), Sabtu (28/2/2026), menjadi penanda tekad bersama membangun wajah baru pusat ekonomi di Kabupaten Kolaka.

Proyek ini merupakan kolaborasi antara PT Vale Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Kolaka—sebuah sinergi dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Bumi Mekongga.

Bagi Chief Executive Officer PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, revitalisasi pasar bukan sekadar proyek fisik.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PT Vale bukan hanya secara fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya di hadapan para tamu undangan dan pedagang.

Bernardus menjelaskan, sebelum memulai kegiatan operasional di Kolaka, perusahaan melakukan kajian sosial dan lingkungan selama dua hingga tiga tahun. Hasilnya dirumuskan dalam program “Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya”, yang menjadi arah kontribusi sosial perusahaan.

Masuknya industri, kata dia, akan membawa arus tenaga kerja, pertumbuhan hunian, serta geliat ekonomi baru. Karena itu, infrastruktur pendukung seperti pasar harus dipersiapkan sejak awal.

“Kami tidak hanya membangun bangunan pasar, tetapi mendorong kehidupan ekonomi yang berdaya dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pasar yang akan direvitalisasi dirancang lebih modern, dengan fasilitas pengolahan sampah dan sistem pendukung lainnya. Konsep tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab—terlebih karena nikel merupakan sumber daya alam tidak terbarukan.

“Jangan sampai kita mengambil nikel, tetapi meninggalkan dampak negatif. Revitalisasi pasar ini adalah persembahan kami untuk masyarakat Kolaka,” tambah Bernardus.

Bupati Kolaka, Amri, menyebut Pasar Raya Mekongga sebagai salah satu episentrum ekonomi masyarakat yang telah berdiri selama 29 tahun. Di sanalah interaksi sosial, tawar-menawar harga, hingga cerita keseharian warga bertemu dalam satu ruang.

“Revitalisasi ini adalah langkah strategis untuk menghadirkan sarana perdagangan yang lebih representatif, aman, bersih, dan nyaman,” ujarnya.

Pasar Raya Mekongga berdiri di atas lahan seluas 7,55 hektare dan terbagi dalam 38 blok. Pemerintah Kabupaten Kolaka memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp200 miliar sesuai master plan, dengan masa pengerjaan selama dua tahun.

Revitalisasi ini juga menjadi bagian dari program prioritas daerah “Beramal”, yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan serta pembenahan kawasan perkotaan dan lingkungan.

Amri berharap kontribusi PT Vale dapat menginspirasi perusahaan tambang lain yang beroperasi di Kolaka, terutama yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, turut mengapresiasi kontribusi sektor swasta dalam pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi seperti ini sangat berarti, khususnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Kontribusi ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Groundbreaking Pasar Raya Mekongga bukan sekadar seremoni peletakan batu pertama. Ia adalah simbol harapan—tentang pasar yang lebih tertata, pedagang yang lebih sejahtera, dan ekonomi lokal yang semakin berdaya saing.

Setelah penantian panjang, masyarakat Kolaka kini menyongsong perubahan: wajah baru pasar yang bukan hanya modern dan bersih, tetapi juga menjadi jantung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (fad)

Tinggalkan Balasan