Tahun Ini, 13 Prodi UHO Ajukan Akreditasi Internasional

KENDARINEWS.COM–Universitas Halu Oleo (UHO) terus memperkuat daya saing global melalui percepatan akreditasi internasional. Hingga awal 2026, tercatat ada 13 program studi (Prodi) UHO yang masuk dalam skema pengajuan akreditasi internasional (Akrin) yang terbagi dalam dua gelombang (batch).

Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO, Prof. Dr. Weka Gusmiarty Abdullah, SP., MP mengatakan bahwa, tahun ini ada 13 Prodi yang akan mengajukan Akrin. “Dimana 13 Prodi tersebut tengah melakukan berbagai persiapan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa, empat Prodi tergabung dalam Akrin Batch 2, yakni S1 Fisika dan S1 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ASIIN Klaster B), serta S1 Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan S1 Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (ASIIN Klaster A). “Sementara sembilan Prodi lainnya masuk dalam Akrin Batch 3, terdiri atas klaster Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Social Science melalui lembaga Acquin,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa, untuk klaster FKIP meliputi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Fisika. “Adapun klaster Social Science mencakup S1 Penyuluhan Pertanian, Ilmu Komunikasi, Sosiologi, Tradisi Lisan, dan Antropologi,” terangnya.

Ia menyebut bahwa, seluruh Prodi tersebut telah memiliki kontrak resmi. Perbedaannya, pada Batch 2 kontrak terbit sejak November 2025 dan saat ini keempat Prodi sudah menuntaskan pengunggahan dokumen Self Assessment Report (SAR) atau Laporan Evaluasi Diri.

“Sementara itu, Batch 3 baru menerima kontrak pada Januari 2026. Kesembilan Prodi dalam batch ini saat ini masih berada pada tahap awal, yakni proses penyusunan draf Self Evaluation Report (SER) sebagai dokumen utama menuju asesmen internasional,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa, langkah ini merupakan bagian dari strategi besar universitas dalam meningkatkan mutu akademik, tata kelola, serta pengakuan internasional terhadap Prodi.

“Akrin bukan sekadar pemenuhan standar, tetapi juga menjadi momentum transformasi kualitas pendidikan tinggi di UHO agar semakin kompetitif di tingkat global,” tutupnya.(win)

Tinggalkan Balasan