KendariNews.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali menjadi sorotan di tengah cuaca ekstrem yang mengintai Jakarta dan sekitarnya. Di satu sisi, BMKG meluruskan berbagai anggapan soal bahaya modifikasi cuaca. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jakarta terus mengandalkan OMC sebagai tameng utama menghadapi potensi banjir, dengan anggaran mencapai Rp 31 miliar sepanjang 2026. BMKG menegaskan, OMC aman dan tidak memicu cuaca ekstrem, meski dilakukan berulang kali.
Benarkah Modifikasi Cuaca Berbahaya Jika Terus-menerus? BMKG Beri Penjelasan Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan, teknik penyemaian awan hanya bekerja pada sistem awan yang terbentuk secara alami.
“OMC dengan teknik penyemaian awan (cloud seeding) tidak menciptakan sistem cuaca dari nol,” ujar Tri saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (28/1/2026). Tri juga menepis anggapan bahwa fenomena hujan lebat atau cold pool merupakan dampak dari modifikasi cuaca.
Biang Kerok Banjir Jakarta yang Terus Berulang Mulai Terbuka Menurut dia, cold pool adalah proses meteorologis alami yang selalu muncul saat hujan deras terjadi. “Setiap kali terjadi hujan lebat atau disertai petir tanpa campur tangan manusia, cold pool pasti terbentuk. Jadi, mengaitkan cold pool sebagai hasil modifikasi cuaca adalah keliru secara sains,” kata dia. BMKG juga membantah anggapan bahwa OMC memindahkan hujan dari satu wilayah ke wilayah lain.
Lagi dan Lagi, Jakarta Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Cegah Banjir Untuk wilayah Jabodetabek, penyemaian dilakukan saat awan masih berada di atas laut agar hujan turun sebelum memasuki daratan. “Pendekatannya bukan memindahkan, melainkan mengganggu pertumbuhan awan agar tetap terjadi hujan, namun intensitasnya berkurang,” jelas Tri. dikutip dari Compas.com
Meski demikian, Pemprov Jakarta kembali mengaktifkan OMC menyusul prediksi hujan ekstrem dari BMKG. Baca juga: Banjir Beruntun di Jakarta, Apa Solusi Jangka Panjang Pramono? Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, OMC menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko banjir.
“Kalau hari ini tadi pagi jam 07.00 pagi tidak kita naikkan OMC-nya, pasti cuacanya berbeda dengan apa yang kita rasakan pada saat ini,” ujar Pramono saat meninjau pengerukan Kali Cakung Lama, Jakarta Utara, Selasa (28/1/2026). (Ris)
Jakarta Kembali Andalkan Modifikasi Cuaca, BMKG Tegaskan Bukan Pemindah Hujan










































