PT Vale Indonesia Dukung Pertambangan Berkelanjutan di Pomalaa, Terbuka Terima Masukan Konstruktif

KENDARINEWS.COM- – PT Vale Indonesia menegaskan komitmen menjalankan praktik penambangan yang baik dan berkelanjutan dalam pengembangan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Proyek yang akan membangun smelter pengolahan nikel ini masih fokus pada tahap konstruksi hingga akhir 2025 dan akan memulai penambangan pada 2026.

Direktur dan Chief of Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menyampaikan hal tersebut dalam keterangan pada Senin (26/01/2026), saat menjadi penanggap pada acara peluncuran laporan riset dan diskusi publik ‘Riset Pembangunan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) dan Pabrik Peleburan HPAL Kolaka Nikel Indonesia (KNI)’ yang diselenggarakan Yayasan Satya Bumi di Jakarta. Acara tersebut menghadirkan Alexandra Aulianta dari Satya Bumi dan Kisran Makati dari Puspaham sebagai pembicara.

Budiawansyah menjelaskan bahwa sebelum melakukan penambangan, pihaknya selalu menyusun kajian hidrologi yang mencakup pemetaan daerah tangkapan air, arah aliran air limpasan, data curah dan intensitas hujan, serta perhitungan debit air, erosi, dan sedimentasi. Fasilitas pengelolaan sedimen dirancang sesuai rencana pembukaan lahan, dengan pemantauan kualitas air secara rutin sebelum dialirkan ke badan air.

Terkait pembukaan lahan, dia menyatakan total areal IUPK yang telah dibuka adalah 880,3 Ha atau 4,3 persen dari total luas. Areal hutan lindung yang dibuka berjumlah 82,4 Ha (0,4 persen), dengan 83,7 Ha untuk persiapan penambangan dan 796,54 Ha untuk sarana penunjang permanen. “Periode 2024-2025, bukaan lahan baru adalah 487,9 Ha, bukan 854,29 Ha sebagaimana disebutkan dalam surat Satya Bumi dan Puspaham,” ujarnya.

Budiawansyah menegaskan perlindungan lingkungan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Menanggapi keprihatinan terkait kondisi kesehatan warga Desa Hakatutobu, ia menjelaskan wilayah desa tersebut berdekatan dengan beberapa konsesi pertambangan lain dan terletak pada daerah aliran sungai yang berbeda dengan keluaran air limpasan PT Vale.

Ia menyebutkan praktik penambangan yang baik telah diimplementasikan di blok Sorowako, Sulawesi Selatan, yang membawa PT Vale meraih penghargaan seperti PROPER Emas 2024, Gold Award Asia ESG Positive Impact Awards 2025, dan Lestari Awards 2025.

“Kami mengapresiasi kajian yang telah dilakukan dan terbuka menerima masukan konstruktif dari pemangku kepentingan, masyarakat, dan LSM untuk memperkuat upaya perlindungan lingkungan dan sosial,” pungkasnya. (fad)

Tinggalkan Balasan