KENDARINEWS.COM- – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (FKM UHO) kembali melaksanakan Praktek Belajar Lapangan (PBL) sebagai upaya menangani permasalahan kesehatan di tengah masyarakat sekaligus membekali diri dengan pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan ini yang merupakan mata kuliah inti Program Studi Kesehatan Masyarakat kini memasuki tahun kedua pelaksanaan di Kabupaten Konawe Utara dalam rangka program desa binaan lima tahunan.
Kepala Laboratorium FKM UHO, Nurmaladewi, S.KM., M.P.H., menjelaskan bahwa PBL dirancang melalui tiga tahapan utama: identifikasi masalah, penyusunan dan pelaksanaan program kerja, serta evaluasi, dengan pembagian menjadi dua kegiatan yaitu PBL I dan PBL II.
“PBL I berlangsung selama 14 hari dan fokus pada pengambilan data untuk mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat. Setiap angkatan dibagi menjadi 20 kelompok yang ditempatkan di dua kecamatan dengan masing-masing 10 desa,” ujarnya.
Tahun ini, PBL I dijadwalkan berlangsung pada 29 Januari hingga 11 Februari 2026. Mahasiswa akan melakukan survei cepat menggunakan kuesioner yang telah disiapkan sebelumnya, dengan tujuan utama mengembangkan kemampuan mengidentifikasi masalah kesehatan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta mengolah dan menganalisis data melalui aplikasi khusus.
“Dari hasil analisis data, mahasiswa akan menemukan berbagai permasalahan kesehatan, namun mereka akan difokuskan untuk menentukan tiga hingga lima masalah prioritas yang menjadi dasar penyusunan program pada PBL II yang digelar pada bulan Juni mendatang,” jelas Nurmaladewi.
PBL II akan berjalan selama satu bulan, dengan dua minggu pertama untuk pelaksanaan program dan dua minggu berikutnya untuk evaluasi. Program yang dilaksanakan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, seperti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pembuatan tempat sampah percontohan, hingga pembangunan WC percontohan.
“Evaluasi meliputi penilaian keberhasilan program, hambatan yang dihadapi, tingkat penerimaan masyarakat, serta peningkatan pengetahuan yang diukur melalui pre-test dan post-test sebelum dan sesudah penyuluhan,” terangnya.
Selain menangani permasalahan kesehatan, mahasiswa juga dilatih dalam komunikasi dengan masyarakat, desain media penyuluhan, serta pembagian tanggung jawab dalam kerja kelompok. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan seminar hasil di kampus sebagai bagian dari evaluasi akademik, yang menjadi wajib bagi setiap mahasiswa.
“Kami mengingatkan mahasiswa untuk mempersiapkan materi dengan baik, menurunkan ego dalam kerja kelompok, serta saling belajar dan berbagi peran. Setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama dalam penginputan dan pengolahan data agar hasilnya akurat,” tutup Nurmaladewi.(win)










































