KENDARINEWS.COM– Patut diacungi jempol! Universitas Halu Oleo (UHO) semakin menunjukkan eksistensinya di kancah global setelah dua program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yaitu Pendidikan Biologi dan Pendidikan Matematika, resmi meraih akreditasi internasional dari Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN) untuk periode 2025-2030. Lembaga akreditasi berbasis Jerman ini fokus pada penjaminan mutu program studi teknik, informatika, sains, dan matematika, serta diakui secara global dan oleh pemerintah Indonesia.
Proses akreditasi dimulai dari penyusunan borang dan diakhiri dengan asesmen lapangan pada 19–20 Juli 2024 oleh Tim Penilai ASIIN yang dipimpin oleh Frank Hemerlin. Setelah menerima catatan dan rekomendasi dari tim penilai, pihak fakultas serta kedua program studi segera melakukan penyesuaian dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan hingga memenuhi standar penuh.
Dekan FKIP UHO, Dr. Damhuri, S.Pd., M.P, menyampaikan bahwa akreditasi ini merupakan pengakuan terhadap kualitas mutu global kedua prodi tersebut. “Keduanya telah memenuhi kriteria ketat terkait kurikulum, proses pembelajaran, fasilitas, dan sumber daya manusia. Hal ini juga menjamin lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal maupun global,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian ini tidak terlepas dari upaya keras seluruh tim dan dukungan dari Rektor UHO periode 2017-2025 Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc. Sebelum mendapatkan akreditasi, tim ASIIN menyampaikan beberapa catatan penting terkait penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Rencana Pembelajaran Semester (RPS), tingkat kepuasan pengguna, minat mahasiswa internasional, serta fasilitas perkuliahan dan laboratorium.
“Untuk Pendidikan Biologi, ada catatan terkait ketersediaan peralatan mutakhir di laboratorium. Rektor Prof. Zamrun langsung merespons dengan memfasilitasi pengadaan peralatan yang diperlukan. Rekomendasi terkait standar ruang dan keselamatan praktikum juga segera dipenuhi sesuai komitmen yang tertuang dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) kepada kementerian,” jelas Dr. Damhuri.
Untuk memenuhi standar, tim fakultas melakukan perbaikan dokumen, mengirimkan berkas revisi, serta melakukan benchmarking ke Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Sebagai konsekuensi administratif, ijazah alumni mulai keluaran Februari 2026 akan mencantumkan label ASIIN. Selain itu, pembelajaran di kedua prodi disusun secara bilingual (Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia) dengan transkrip bilingual.
Dampak yang diharapkan dari akreditasi ini adalah lulusan akan lebih percaya diri dalam memasuki dunia kerja global. Secara kelembagaan, FKIP UHO juga mendapatkan dorongan untuk memperluas kerja sama internasional yang saat ini telah menjalin kemitraan dengan institusi dari Jerman, Malaysia, Filipina (University of Batangas), dan Korea (Korea National University of Education). Beberapa institusi nasional seperti FKIP Universitas Tadulako, FKIP Universitas Sultan Khairun Ternate (UNKHAIR), dan FKIP USN Kolaka bahkan telah mengajukan permintaan benchmarking.
“Kami juga tengah mempersiapkan empat program studi lainnya untuk akreditasi internasional melalui lembaga ACQUIN, yaitu Pendidikan Fisika, Pendidikan Guru PAUD, Pendidikan Guru SD, dan Pendidikan Ekonomi. Untuk mendukung internasionalisasi, kemampuan bahasa Inggris civitas akademika akan ditingkatkan dengan target skor TOEFL mahasiswa menjadi 420 dan dosen 500. Selain itu, kurikulum akan dikembangkan sesuai standar LAMDIK 3.0 (IAPSK 3.0) berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025,” tambahnya.
Saat ini, FKIP UHO memiliki 21 program studi, sekitar 280 dosen, dan 8.004 mahasiswa reguler, ditambah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang berjumlah ribuan. Tahun ini, fakultas juga akan melakukan proses akreditasi untuk delapan program studi (tujuh melalui LAMDIK dan satu melalui BAN-PT). (Lia)










































