KENDARINEWS.COM- – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah proaktif menangani dampak kebakaran yang melanda kawasan kios dan area parkir kendaraan di Jalan Antasari, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sabtu (24/1/2026). Meski berada di bawah kewenangan pemerintah kota, instansi ini turut memberikan dukungan penuh demi memastikan korban segera mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.

Kebakaran yang terjadi pada hari yang sama sekitar pukul 09.30 WITA menghanguskan seluruh bangunan kios dan beberapa kendaraan yang berada di lokasi, membuat tiga pemilik usaha kehilangan sumber mata pencaharian. Korban yang terdampak langsung adalah Ahmad Dalle, Erick, dan Ardi, yang masing-masing merugi hingga ratusan juta rupiah dari usaha yang mereka kelola.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sultra, Parinringi, SE, M.Si., melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian yang kini hanya tersisa reruntuhan dan puing-puing. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa langkah back up ini merupakan implementasi arahan langsung dari Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR) dan Wakil Gubernur Hugua.

“Dalam situasi darurat seperti ini, urusan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat adalah prioritas utama. Birokrasi tidak boleh menjadi hambatan dalam memberikan bantuan kepada warga yang sedang mengalami kesulitan. Ini adalah arahan tegas dari Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur – pemerintah harus hadir di tengah masyarakat saat musibah datang,” tegas Parinringi di lokasi kejadian, sambil menyisir area yang masih tercium aroma hangus dari sisa kebakaran.
Tak hanya melakukan kunjungan, Dinsos Sultra juga segera menyalurkan bantuan logistik komprehensif untuk mendukung kehidupan korban yang saat ini menginap di pengungsian sementara yang disiapkan pemerintah kota. Rincian bantuan yang diberikan antara lain:
Sarana Tempat Tinggal dan Tidur: 6 unit kasur, 6 lembar selimut, serta 6 set tenda gulung, kebutuhan Khusus Anak: 3 paket Family Kids (meliputi perlengkapan bermain dan belajar), 6 paket makanan anak bergizi, dan 3 paket Kids Ware (perlengkapan mandi dan pakaian anak), pangan Siap Saji: 60 paket lauk pauk dan 30 paket makanan utama untuk memenuhi kebutuhan gizi korban dalam beberapa hari ke depan.serta sandang dan Sanitasi: Pakaian dewasa (untuk pria dan wanita), daster, celana, serta perlengkapan sanitasi seperti ember dan gayung.
Ahmad Dalle, salah satu pemilik kios yang terdampak, mengaku merasa sangat terbantu dengan kedatangan bantuan tersebut. “Kami sempat merasa terpukul karena semua usaha yang kami bangun dengan susah payah hancur dalam sekejap. Tapi dengan kedatangan Bapak Gubernur melalui Dinsos Sultra, kami merasa punya sandaran dan tidak dibiarkan sendiri. Terima kasih atas perhatiannya,” ujarnya dengan suara penuh haru.
Di akhir kunjungan, Parinringi juga menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat sekitar terkait pentingnya kehati-hatian dalam beraktivitas, terutama yang berkaitan dengan bahan yang mudah terbakar.
“Bencana alam memang sulit untuk kita kendalikan, namun sebagian besar kebakaran yang terjadi disebabkan oleh human error, seperti dalam proses transfer BBM atau penggunaan sumber panas yang tidak tepat. Hal ini sebenarnya bisa kita minimalisir dengan meningkatkan kesadaran dan menerapkan prosedur kerja yang aman,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Sultra juga telah memberikan jaminan bahwa akan terus mengawasi perkembangan kondisi korban dan siap memberikan dukungan tambahan sesuai dengan kebutuhan yang muncul di kemudian hari. Saat ini, para korban mulai memulai proses membersihkan puing-puing dan merencanakan langkah untuk membangun kembali usaha mereka dengan harapan baru.










































