KENDARINEWS.COM-Meski masih sekitar dua bulan menjelang mudik Lebaran, PT Pelayaran Nusantara (PELNI) Cabang Kendari telah mulai melakukan persiapan menyeluruh. Selain akan segera melaksanakan uji pengecekan (ujipetik) seluruh armada untuk memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan, beberapa jadwal operasi kapal juga akan diperpanjang untuk mengakomodir lonjakan permintaan penumpangan.
Kepala Cabang PT PELNI Kendari, Andi Ramdan Ikbal, mengungkapkan bahwa unitnya mengelola tiga armada utama yang melayani berbagai rute di wilayah Sulawesi dan luar. “Kita punya dua kapal Jetliner dengan rute tetap Kendari-Raha dan Kendari-Wanci, Kapal Sabuk Nusantara 78 yang beroperasi dari Kendari, serta KM Tilong Kabila sebagai kapal transit dengan dua rute utama,” jelasnya.
KM Tilong Kabila melayani Rute Selatan menuju Kendari-Raha-Bau-Bau-Makassar-Labuhan Bajo-Bima-Lembar hingga Denpasar, serta Rute Utara ke Kendari-Luwuk-Gorontalo-Bitung. Sementara itu, Jetliner beroperasi hingga 22 kali per bulan, Sabuk Nusantara 78 berlayar 2 kali sebulan dengan rute Kendari-Bobong-Tikong-Banggai-Luwuk-Ampana-Gorontalo, dan KM Tilong Kabila melakukan transit sebanyak 4 kali sebulan.
Menjelang bulan Ramadhan, seluruh komponen kapal akan melalui pemeriksaan menyeluruh. “Uji pengecekan ini wajib dilakukan menghadapi musim ramai agar tidak ada kendala saat mengangkut penumpang dalam jumlah besar,” ucap Ramdan.
Soal tarif, Ramdan menjamin tidak akan ada kenaikan karena sudah ditetapkan pemerintah, bahkan potensi diskon besar bakal diberikan seperti pada musim Natal dan Tahun Baru lalu. “Kita masih menunggu instruksi resmi, tapi peluang ada diskon sangat besar untuk mudik Lebaran tahun ini,” ungkapnya.
Selain penumpang, PELNI Kendari juga menerima pengiriman barang berupa ikan asin, teri, atau produk kering lainnya dengan kapasitas sekitar 2-4 kubik per bulan, sebagian besar ditujukan ke Denpasar. “Masyarakat lebih memilih kontainer untuk pengiriman besar, yang melalui kapal hanya dalam kemasan karung dan jumlah terbatas,” paparnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket secara online melalui platform resmi PELNI dengan pembayaran daring penuh. “Tidak diperbolehkan lagi menggunakan uang tunai untuk memudahkan dan meningkatkan keamanan transaksi,” pungkasnya. (lis)










































