KENDARINEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan penanganan bencana senilai total Rp 268 miliar untuk 52 kabupaten/kota dan tiga provinsi di wilayah Sumatera yang terdampak bencana alam.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari Dana Kemasyarakatan Presiden yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Bapak Presiden telah menyalurkan bantuan presiden melalui dana kemasyarakatan Presiden. Sudah tersalurkan Rp 268 miliar,” ujar Suahasil dalam konferensi pers, Minggu (21/12).
Ia merinci, setiap kabupaten/kota terdampak menerima bantuan sebesar Rp 4 miliar, sedangkan masing-masing provinsi memperoleh Rp 20 miliar. Dana tersebut akan langsung masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing daerah.
“Untuk APBD tiga provinsi dan 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Rp 4 miliar per kabupaten/kota dan Rp 20 miliar per provinsi. Ini masuk ke APBD masing-masing daerah,” jelasnya.
Suahasil menambahkan, bantuan tersebut melengkapi penyaluran dana bencana yang sebelumnya juga telah dikucurkan Presiden Prabowo dengan besaran yang sama, yakni Rp 20 miliar untuk provinsi dan Rp 4 miliar untuk kabupaten/kota.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa banyak pemerintah daerah mengalami keterbatasan anggaran dalam upaya pemulihan pascabencana, terutama karena kondisi APBD yang sudah menipis menjelang akhir tahun.
“Anggaran untuk keadaan krisis namanya belanja tidak terduga. Tapi karena ini sudah akhir tahun, sisanya sangat tipis. Ada yang hanya tinggal Rp 75 juta, ada juga Rp 300 juta,” ujar Tito.
Di sisi lain, Tito menyebut sejumlah pemerintah daerah telah melakukan gotong royong dengan menyalurkan dana tidak terduga untuk membantu daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Dana dari daerah untuk provinsi dan kabupaten lain sudah tersalurkan Rp 34 miliar. Ada juga yang langsung ke kabupaten tertentu, seperti Lhokseumawe yang mendapat bantuan Rp 3 miliar dari daerah lain,” tutup Tito. (JawaPos)










































