Pemira UHO 19 Desember Siap Digelar, 36.159 DPT Bakal Berpartisipasi

KENDARINEWS.COM- – Komisi Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (KPU-RM) Universitas Halu Oleo (UHO) telah menetapkan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) akan digelar pada Jumat (19/12/2025) mulai pukul 08.00–16.00 Wita. Berdasarkan data, sebanyak 36.159 mahasiswa yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) siap menyalurkan hak pilihnya untuk memilih lembaga kemahasiswaan baru.

Ketua KPU-RM UHO, Lukianto L. Sando, menjelaskan bahwa persiapan menuju puncak Pemira telah dilakukan secara maksimal. Terdapat tiga tahapan utama yang dikerjakan: sosialisasi e-voting ke seluruh fakultas untuk memberitahu cara pemilihan secara daring, sinkronisasi data peserta (nama, calon, nomor urut, dan foto) di website e-voting Pemira UHO 2025, serta uji coba sistem e-voting yang akan dilakukan sehari sebelum pemilihan.

“Peserta yang akan bersaing meliputi 5 calon Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHO, 20 calon BEM Fakultas, 49 calon Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), dan 172 calon Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas,” ungkap Lukianto.

Plt Rektor Tekankan Netralitas dan Sikap Demokratis

Untuk memastikan proses Pemira berjalan tertib dan lancar, UHO menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pemira di Gedung Rektorat lantai 4 pada Rabu (17/12/2025). Acara dihadiri oleh seluruh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni se-UHO serta anggota KPU-RM.

Plt Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., memastikan bahwa Pemira pada 19 Desember akan melaksanakan pemilihan BEM, BEM Fakultas, MPM, dan DPM Fakultas. “Insyaallah pada tanggal 19 ini, UHO akan melaksanakan perayaan demokrasi mahasiswa. Hari ini kita laksanakan rapat koordinasi untuk memastikan semua tahapan berjalan dengan lancar dan tertib,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Dr. Herman menekankan tiga hal penting. Pertama, seluruh pihak kampus harus memberikan ruang sepenuhnya kepada mahasiswa dan menjaga netralitas. “Ini adalah ruang belajar bagi mereka. Yang paling penting adalah menjaga netralitas,” bebernya.

Kedua, memastikan kesiapan sistem IT untuk pelaporan dan dokumentasi kegiatan mahasiswa. Ketiga, memberikan pesan kepada para calon agar menghargai proses. “Menjadi calon saja sudah patut disyukuri, itu berarti mereka dipercaya dan dianggap pantas,” katanya.

Dr. Herman juga menambahkan bahwa terpilih atau tidak adalah bagian dari dinamika demokrasi. “Yang terpenting adalah menghargai proses, menerima hasil, dan tidak saling merendahkan. Inilah proses pembelajaran demokrasi yang sehat – belajar menghargai, menerima, dan berbesar hati terhadap setiap hasil,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan